Mitos Seputar Burung Puter yang Menarik untuk Diketahui

Suaranya indah dan menenangkan. Itulah sensasi yang akan kita rasakan tatkala mendengar burung puter berkicau. Bunyi anggungan khas dari jenis burung yang masuk ke dalam keluarga Columbidae inilah yang menjadi alasan orang memeliharanya di rumah. Burung yang dikenal sebagai peliharaan masyarakat di pedesaan ini menjadi begitu istimewa ketika ada mitos dan kabar yang tentang keberadaannya. 

Meskipun sekarang ini jenis burung ini mulai jarang terlihat namun, para sepuh pasti tahu atau minimal pernah mendengar bahwa burung puter bukan hanya burung yang punya suara merdu. Nah, penasaran tentang burung puter dan mitos yang melekat padanya? Lanjutkan baca keterangan selanjutnya ya!

Seluk Beluk Burung Puter 

Seluk Beluk Burung Puter

Masyarakat di Indonesia khususnya yang tinggal di daerah Jawa dan Bali pasti sudah tak asing dengan burung puter ini. Burung puter adalah burung yang mudah dijinakkan dan suara anggungannya membawa rasa damai dan tenteram bagi pemiliknya. 

Burung puter atau dederuk jawa (Streptopelia bitorquata) ini adalah burung yang populasinya banyak dijumpai di daerah Jawa dan Bali. Namun, populasi spesies burung ini tidak terdapat di Kalimantan dan Sulawesi. Burung puter telah dikenal di Guam dan Kepulauan Mariana. 

Habitat alami burung ini adalah di hutan dataran rendah subtropis atau hutan tropis lembap dan hutan bakau subtropis dan tropis. Burung puter merupakan jenis fauna identitas kabupaten Bantul. Ia sering digunakan sebagai properti sulap tradisional, terutama burung yang berwarna putih. 

Di alam liar burung puter sering terbang mendatangi tempat-tempat terbuka, daerah pedesaan di dekat hutan dan hutan bakau dengan ketinggian 600 mdpl. Ia sering terlihat bertengger pada pohon-pohon kecil dan mematuk batu-batuan atau pasir di daerah terbuka di atas permukaan tanah lapang.

Makanan biji-bijian seperti bulir beras putih, bulir beras merah, biji kacang hijau, biji jagung, dan biji kacang tanah. Di lain waktu burung puter sering terlihat mematuki batu bata atau mengikis tembok yang retak untuk mencari butir-butir pasir untuk melancarkan pencernaannya. 

Burung puter terkadang terlihat terbang dan bertengger sendiri. Namun, tak jarang ia sering terlihat bergerombol bersama kawanannya. Burung puter dikenal juga dengan nama ringneck dove

Ciri-Ciri Fisik Burung Puter 

Ciri-Ciri Fisik Burung Puter

Seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu berwarna cokelat klasik dan ada pula yang berwarna merah bata. Ada motif khas bulu berwarna hitam yang mengelilingi lehernya. Di samping yang berwarna coklat dan coklat merah bata, burung puter ada yang berwarna putih yang dikenal dengan burung puter albino. 

Ukuran tubuhnya tidak besar dan tidak terlalu kecil. Hampir seukuran burung derkuku tetapi lebih besar dari ukuran burung perkutut. Panjang tubuhnya kurang lebih 24-30 cm. burung ini punya ekor yang panjang. warna bulu di bagian kepala burung puter lebih abu-abu. Burung ini tidak punya bintik putih seperti burung tekukur biasa dan ada bercak hitam bertepi putih pada sisi leher.

Pada bagian tubuh burung puter terdapat bulu berwarna coklat yang membujur dari bagian tengah. Kedua sisi ekornya berwarna abu-abu dengan tepi agar keputih-putihan. Warna paruh burung puter adalah hitam dengan pangkal paruh yang berwarna merah keungu-unguan. 

Yang paling menarik dari burung ini adalah suaranya anggungannya yang merdu dan pendek-pendek. Kadang-kadang ia berbunyi seperti suara tawa manusia, terlebih saat ia bersama kawanannya. Burung ini akan mengangguk-anggukan badannya pada kawanannya sebagai sebuah gestur interaksi yang akrab. 

Uniknya lagi Burung puter adalah burung yang dapat mengenali tuannya. Ketika tuannya datang menghampiri biasanya ia akan menyambutnya dengan bunyi-bunyiannya yang enak didengar. Pada jam-jam tertentu burung ini suka mengeluarkan bunyi mengalun indah dengan anggungan yang sederhana. 

Baca juga:

Usia burung ini bisa mencapai 15 tahun. Biasanya burung puter digantang di serambi rumah. Tidak heran jika suaranya yang indah membuat orang senang mendengarnya. 

Mitos dan Filosofi Burung Puter

Mitos dan Filosofi Burung Puter

Mendengarkan kicau burung sering kali membuat suasana menjadi nyaman dan damai. Rumah menjadi terasa lebih hidup dengan adanya kicauan burung. Tidak hanya karena keindahan suaranya saja, alasan orang memelihara burung puter adalah adanya mitos baik yang beredar di tengah masyarakat. 

Khusus masyarakat pedesaan seperti di pedesaan Jawa dan Bali burung puter diperlihara karena ia mempunyai mitos baik yang akan datang jika orang memeliharanya di rumah. Apa saja mitosnya? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Burung Pembawa Rezeki

Burung Pembawa Rezeki

Bicara soal burung puter, baik jantan atau betina, tak bisa lepas dari mitos dan filosofi yang melekat padanya. Burung puter adalah simbol kesederhanaan dan kelancaran rezeki. Seekor burung puter diharapkan mampu menjaga siklus rezeki pemiliknya sehingga akan terus muter dan bisa memenuhi nafkah keluarga. 

Filosofi kesederhanaan burung ini dilihat dari kebiasaannya berpuasa. Burung puter bisa bertahan dengan tidak makan dua hari berturut-turut serta tidak minum tapi mampu bertahan hidup. Itulah kebiasaan burung puter yang biasa hidup di dalam sangkar. 

Satu lagi jenis burung puter yang lekat dengan mitos, yaitu burung puter putih mata merah. Burung yang populasinya tersebar di beberapa negara seperti Indonesia, Filipina sampai Timor Leste ini mempunyai suara yang menenangkan ini dipercayai mendatangkan rizki bagi pemiliknya. 

Mitos ini bisa terbukti kebenarannya sebab burung puter adalah salah satu burung yang populer karena kicauannya. Meski tidak semeriah burung murai batu, kacer dan lovebird namun, burung puter putih punya suara yang khas yang tak kalah merdu. 

2. Burung Pelengkap Rumah

Burung Pelengkap Rumah

Tidak hanya dipercaya sebagai burung pembawa rezeki yang suaranya membawa kedamaian pada telinga, burung puter putih adalah burung pelengkap rumah. 

Bagi siapapun yang memelihara burung ini di rumah, baik itu disimpan di beranda depan atau di teras belakang, keberadaan burung ini akan melengkapi benda dan hewan peliharaan yang ada di rumah. Banyak orang meyakini bahwa rumah akan terasa nyaman dan lengkap ketika ada burung puter. 

Suara anggungannya yang konstan dijadikan sebagai alarm pemecah kesunyian saat malam sepi. Bisa jadi karena inilah burung puter disebut sebagai pelengkap rumah. Keberadaannya berhasil membuat rumah menjadi hangat dengan bunyi-bunyiannya yang merdu. 

Konon, burung puter yang bersuara bagus dan dirawat dengan baik akan mengeluarkan suara bunyi dalam setiap putaran jam. Misalnya saja ia akan terus berbunyi setiap seperempat jam. 

Burung puter kini mulai banyak peminatnya. Terutama burung puter putih. Faktor warna adalah yang menjadi nilai plus bagi pecinta burung puter ini. Apalagi burung puter putih bermata merah atau burung puter putih yang akan dihargai sangat mahal. Burung puter putih punya beberapa sebutan, di antaranya yaitu burung puter putih kalung hitam, burung puter geni dan burung puter mata merah. 

Nah, demikian mitos mengenai burung puter dan seluk beluknya yang berhasil dirangkum oleh kami. Ternyata tidak hanya karena suaranya yang merdu. Perawatan dan proses penjinakan burung klasik yang terbilang mudah ini menjadi alasan orang memelihara. Apalagi jika mengingat kebiasan burung ini yang gemar berpuasa. Sepertinya bisa irit pakan ya. 

Nantikan informasi serupa yang tidak kalah seru dari mitos-mitos yang ada di sekitar kita. Jadi, setelah mendengar tentang burung puter yang istimewa ini, apakah kamu tertarik untuk memeliharanya? 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *