Indonesia Belum Maksimal Garap Pasar Jepang untuk Ekspor Produk Pangan

Tribunnews/Tangkapan Layar

Diskusi virtual Dialog Gerakan Ekspor Nasional (Diginas) dengan tema Target Ekspor Negara Sahabat yang digelar Tribun Network, Selasa (6/4/2021). Dialog menghadirkan sejumlah pembicara yakni Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, Duta Besar RI untuk Cina, Djauhari Oratmangun, Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono, Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi, dan Ekonom INDEF, Dradjad Hari Wibowo dengan Host News Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra serta Co-Host News Vice Director Tribun Network, Domuara Ambarita. 

Ternyata Impor Jepang Paling Besar adalah Makanan

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi mengungkapkan  impor paling besar Jepang dari negara-negara lain saat ini adalah makanan. 

“Impor terbesar Jepang adalah pangan, mencapai lebih dari 11 persen. Impor besar berupa pangan,” ujar Heri di acara Dialog Gerakan Ekspor Nasional: Target Ekspor Negara Sahabat yang digelar Tribun Network, Selasa (6/4/2021). 

Heri mengatakan, Indonesia memiliki kedekatan hubungan dengan Jepang. Namun Indonesia baru sedikit memanfaatkan peluang mengekspor produk pangan ke sana.

Baca juga: Dubes Djauhari Oratmangun Minta Struktur Ekspor Produk Elektronik ke China Dikaji

Heri berharap eksportir Indonesia dapat mengisi kebutuhan pangan Jepang seperti sea food yang pasarnya masih terbuka sekitar 45 persen.

“Opportunity masih terbuka. Kemudian plywood itu masih terbuka juga, nikel dan lain sebagainya, masih sangat terbuka. Untuk UMKM, produk-produk pangan, perhiasan dan lainnya ini merupakan suatu kesempatan luar biasa. Terutama pangan,” ujar dia.

Baca juga: Dubes Ungkap Masalah Ekspor Indonesia ke Malaysia: Produknya Itu-itu Saja

Yang juga jadi potensi besar Indonesia untuk ekspor ke Jepang adalah food preparation, auotomotive parts, furniture and home appliances, renewable energy (biomassa) dan juga produk-produk hortikultura serta perhiasan. 

“Keuntungan-keuntungan ini mesti kita kembangkan lebih jauh, tentang bagaimana kita bisa mengembangkan ekspor kita,” kata dia.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *