10 Jenis Kue Khas Natal yang Lezat dari Berbagai Negara

Natal merupakan hari yang suci bagi umat Nasrani. Seperti halnya perayaan keagamaan lainnya, pada saat Natal juga disajikan makanan khas. Salah satunya yaitu kue khas Natal. Tiap negara memiliki kue khas Natalnya masing-masing, termasuk juga di Indonesia.

Jenis kue khas Natal berbagai negara ini menggunakan bahan serta memiliki bentuk yang beragam. Cara pembuatannya pun berbeda-beda. Ada yang mudah, tapi tak jarang ada yang menguras tenaga dan waktu. Yuk, kita kenalan dengan jenis kue khas Natal dari bermacam negara. Simak info selengkapnya berikut ini ya!

1. Bûche de Noël, Prancis

Bûche de Noël, Prancis

Salah satu jenis kue khas natal berbagai negara ini datang dari Prancis. Kue bolu yang memiliki dekorasi yang rumit, digulung, dan diisi ini dilapisi dengan krim mentega cokelat yang dibuat agar terlihat seperti kulit pohon. Beberapa dekorasi mungkin termasuk marzipan stick, jaring laba-laba gula, dan jamur yang dibuat dari meringue. Asal-usul kue bisa ditelusuri kembali ke tradisi Celtic kuno merayakan titik balik matahari musim dingin, hari terpendek dalam setahun.

Sebagai persembahan kepada Matahari, Bangsa Celtic akan membakar batang kayu agar matahari kembali ke Bumi. Ketika tradisi ini menghilang dengan datangnya kompor rumahan, batang kayu besar diganti dengan cabang kecil yang secara tradisional diletakkan di tengah meja makan.

Cabang tersebut dikelilingi oleh makanan lezat dan makanan manis yang diberikan kepada tamu sebagai suguhan. Seiring waktu, cabang tersebut berubah menjadi kue kayu Yule yang dikenal sekarang, tetapi apakah itu kreasi orang Paris atau Lyonnaise masih menjadi bahan perdebatan sengit.

Yang diketahui umum sekarang adalah bahwa pembuat roti di Paris membantu mempopulerkannya di abad ke-19, dan catatan tertulis tertua mengenai kue ini dapat ditemukan dalam sebuah buku tebal berjudul The English Huswife yang berasal dari tahun 1615. Sejak saat itu, kue ini telah menjadi kue Natal tradisional paling populer di seluruh Prancis, dan dibuat dalam berbagai warna dan rasa.

2. Panettone, Italia

Panettone, Italia

Roti manis khas Italia yang terkenal dengan taburan kismis dan manisan kulit jeruk serta lemon secara tradisional dinikmati untuk Natal. Jenis kue khas Natal yang dijadikan bahan bertukar hadiah di antara teman dan keluarga.

Panettone merepresentasikan tindakan kebaikan dan harapan untuk liburan yang bahagia. Camilan lezat ini biasanya dikonsumsi dengan cokelat panas, es krim, atau eggnog. Legenda mengatakan bahwa panettone ditemukan oleh seorang bangsawan Milan bernama Ugheto Atellani .

Roti ini dia jadikan sebagai alat untuk menaklukkan hati Adalgisa, putri pembuat roti lokal yang dia cintai, dan roti itu konon disajikan di pernikahan mereka. Pada saat itu roti ini dibuat dengan banyak mentega, madu, dan kismis  dan dikenal sebagai pan de ton, yang berarti roti mewah

Karena itulah roti ini dinamai panettone. Masih banyak lagi cerita tentang asal mula roti manis ini, tetapi terlepas dari asal aslinya, panettone tetap menjadi salah satu makanan Italia paling populer dan juga salah satu produk yang paling banyak diekspor di Italia.

3. Bolo Rei, Portugis

Bolo Rei, Portugis

Sesuai namanya, Bolo Rei atau Kue Buah Natal Portugis adalah kue populer yang dibuat saat musim liburan. Kue ini paling populer antara Hari Natal, yaitu 25 Desember dan di tahun baru pada Hari Raja yang jatuh pada tanggal 6 Januari di Portugal.

Fakta menarik tentang Bolo Rei secara tradisional adalah ada dua hal lain yang dimasukkan ke dalam kue, yaitu kacang fava atau broad bean, dan hadiah kecil, biasanya mainan. Jika mendapatkan kacang fava di dalam potongan kuemu, itu artinya kamu harus membuat Bolo Rei pada Natal berikutnya.

Hadiah kecil biasanya berupa mainan yang bisa ditemukan oleh anak-anak dalam potongannya. Ini mirip dengan tradisi Inggris untuk mencari uang dalam puding Natal.

4. Stollen Cake, Jerman

Stollen Cake, Jerman

Stollen merupakan roti buah mirip kue yang diperkaya dengan rempah-rempah seperti kayu manis dan kapulaga. Kue ini juga dibuat dengan buah-buahan kering atau manisan, seperti kulit jeruk dan kismis, serta almond.

Baca juga:

Beberapa variasi resep ini mengandung bahan tambahan, khususnya rum, vanilla, dan marzipan. Berasal dari kota Dresden Jerman sekitar awal sampai pertengahan 1300-an, dikatakan bahwa roti pesta yang lezat ini dibuat setelah Uskup Nauruburg memulai sebuah kontes yang terbuka.

Kontes tersebut diperuntukan bagi semua orang di seluruh Dresden. Ada spekulasi bahwa Uskup sangat menyukainya sehingga dia memesan biji-bijian dalam jumlah besar khusus untuk stollen. Pembuat roti menggunakan bahan-bahan terbaik untuk memastikan roti mereka menang .

Dahulu berat roti sekitar 13 kg, dengan stollen yang begitu populer sehingga hanya peralatan khusus untuk stollen saja yang dapat digunakan untuk memotongnya. Menurut tradisi, potongan pertama disisihkan untuk memastikan bahwa keluarga mampu membuat stollen pada tahun berikutnya. Potongan terakhir juga disisihkan, untuk memastikan bahwa keluarga memiliki cukup makanan untuk mereka sepanjang tahun.

5. Pan de Pascua, Chili

Pan de Pascua, Chili

Pan de pascua yang secara harfiah dapat diartikan sebagai kue Paskah, tapi kue ini umunya disantap pada waktu Natal. Kue ini merupakan evolusi dari panettone Italia dan stollen Jerman dan menjadi kue khas Natal di Chili.

Kue pan de pascua juga merupakan kue yang kaya dan padat yang diisi dengan berbagai rempah-rempah, kacang-kacangan, dan buah-buahan kering. Terlepas dari namanya, pan de pascua adalah kue yang terbuat dari adonan kue, dan bukan roti yang sebenarnya.

Kue ini mirip kue bolu manis yang diberi rasa dengan jahe dan madu. Sajian khas Natal ini terkadang diberi tambahan rasa dengan menambahkan sedikit brendi, rum, atau pisco — sejenis brendi Chili. Pan de pascua disajikan dengan segelas cola de mono, minuman Natal dari kopi dan alkohol.

6. Speculaas, Belanda, Eropa

Speculaas, Belanda, Eropa

Speculaas merupakan jenis kue khas Natal yang berasal dari Belanda. Kue berbumbu ini populer di seluruh Belanda, Belgia, dan Jerman. Dengan aroma kayu manis, cengkeh, pala, dan jahe yang kuat, kue ini umumnya dipanggang pada malam Hari St Nicholas, yang dirayakan pada 5 dan 6 Desember.

Ada beberapa teori tentang asal usul namanya. Ada yang mengatakan kue ini berasal dari kata Latin speculum, yang artinya cermin, mengacu pada gambar cermin menghiasi kue. Teori populer lainnya mengklaim asal usul speculaas berasal dari specerij, kata Belanda untuk rempah-rempah.

Teori ketiga menyatakan bahwa itu berasal dari Latin, speculator yang mengacu pada seorang uskup, seperti St Nicholas. Dan bagaimana dengan masalah spekulaas vs spekuloos? Rupanya, spekuloos adalah kata dalam bahasa Belgia untuk menyebut kue-kue ini.

Namun tanpa (atau sebagian besar) rempah-rempah yang dulu mahal, sebagaimana yang dimaksud loos tanpa dalam bahasa Belanda. Selain itu, kata speculaas tidak ada dalam bahasa Prancis, jadi kue-kue ini selalu disebut speculoos di Prancis.

7. Christopsomo, Yunani

Christopsomo, Yunani

Christopsomo, yang diterjemahkan sebagai “Roti Kristus”, juga dinamai kouloúra tou Christoú atau roti bundar Kristus. Biasanya roti bundar ini sering dibuat dengan bahan yang sama dengan roti Paskah.

Kismis, kacang-kacangan, kayu manis, cengkeh, dan pala hanyalah beberapa penganan rasa yang bisa ditemukan di roti manis tradisional ini. Saat ini, masih banyak yang beranggapan bahwa tugas membuat Christopsomo sebagai tugas suci, dan persiapannya dilakukan dengan sangat hati-hati.

Roti ini selalu dihiasi dengan salib dan pola lainnya serta selalu menghiasi meja Natal. Christ Bread pernah menjadi pusat dari meja Natal Yunani tradisional, seperti juga sejumlah besar buah ara kering, kacang-kacangan dan madu.

Banyaknya penggunaan biji-bijian dan kacang-kacangan pada roti ini merupakan simbol kesuburan dan panen yang baik mengingatkan pada festival Kronia kuno, yang mirip dengan Saturnalia Romawi, yang diadakan di Attica untuk menghormati Cronus, dewa panen.

8. Kurisumasu Keki, Jepang

Kurisumasu Keki, Jepang

Mulai pertengahan Desember, Kurisumasu Keki atau kue Natal dijual di seluruh Jepang, bahkan di stasiun kereta. Jenis kue khas Natal ini biasanya berupa kue bolu yang dilapisi dengan krim kocok dan dihiasi dengan stroberi. Tulisan “Merry Christmas” dalam bahasa Inggris dibuat di atas papan cokelat tipis yang ditempatkan di atas kue. Sentuhan tambahan yang umum adalah Sinterklas marzipan bersama dengan daun holly plastik atau pohon Natal.

Diketahui bahwa salah satu perusahaan penganan tertua, Fujiya, merupakan perusahaan yang pertama memperkenalkan kue bolu ini ke pasar Jepang pada tahun 1922. Toko pertama Fujiya dibuka pada tahun 1910 di Motomachi, Yokohama, tempat banyak orang Barat tinggal.

Menurut Fujiya, sejak dibuka sudah menjual kue natal. Kue Natal asli adalah kue buah berlapis gula. Namun Fuji menciptakan gaya kuenya sendiri yang dikenal dengan “shortcake”, yaitu kue bolu dengan krim dan stroberi di atasnya. Itulah gaya umum kue Natal Jepang sekarang ini. Sebelum lemari es menjadi populer, krim mentega, yaitu campuran mentega dan putih telur, banyak digunakan.

9. Figgy Pudding, Amerika Serikat

 Figgy Pudding, Amerika Serikat

Figgy pudding, atau plum, yang merupakan nama untuk semua jenis buah kering pada masa itu, berasal dari Inggris pada abad ke-14 sebagai cara untuk mengawetkan makanan. Hidangan seperti sup, itu disajikan sebagai makanan saat puasa sebagai persiapan untuk musim Natal.

Daging sapi dan kambing dicampur dengan kismis dan plum, anggur, dan rempah-rempah. Saat biji-bijian ditambahkan untuk membuatnya menjadi bubur, barulah hidangan ini dikenal sebagai “frumenty“.

Pada awal abad ke-15, makanan ini berubah nama menjadi “pottage plum“. Campuran daging, biji-bijian, sayuran, lemak, rempah-rempah, dan buah-buahan, khususnya kismis dan currant, bukan plum sebenarnya, dibungkus seperti sosis besar di perut dan usus hewan.

Makanan ini disimpan sampai disajikan berbulan-bulan kemudian. Umumnya dibuat dalam bentuk bola meriam, puding Natal ini diisi dengan alkohol untuk mengeluarkan dan meningkatkan rasa, paling sering digunakan adalah rum atau brendi.

Sebelum disajikan dan dibakar, terlebih dahulu disiram dengan brendi. Persiapan puding yang sempurna dimulai sekitar lima minggu sebelum Natal. Setelah direbus dua kali di dalam kain puding, hidangan ini kemudian menjadi matang. Prosesnya memang memakan waktu dan tenaga.

10. Lappet, Batak, Indonesia

Lappet, Batak, Indonesia

Lappet merupakan jenis kue khas natal dari Tanah Batak. Terdapat dua jenis lapet yaitu dibedakan dari bahan untuk membuatnya. Ada beras ketan juga beras biasa. Rasa kue ini lembut, manis juga gurih di mulut ditambah dengan parutan kelapa yang dicampur gula merah.

Biasanya kue ini dibentuk mirip limas dan dibungkus menggunakan daun pisang. Proses pembuatan kue ini tidak begitu rumit, yaitu dimulai dengan mencampur tepung beras serta kelapa parut yang tidak terlalu tua. Kemudian menyusul parutan gula aren serta air secukupnya.

Saat perayaan Natal, seperti halnya Idul Fitri, orang-orang akan membuat hidangan khusus. Kue merupakan salah satu hidangan yang tak akan pernah ketinggalan. Jenis kue khas Natal dari berbagai negara ada yang memiliki sejarah yang cukup panjang.

Pembuatan kue Natal ini pun ada yang mudah ada juga yang cukup merepotkan. Bahan yang digunakan juga beragam mulai dari beras hingga cokelat. Nah, kalau kamu penasaran ingin tahu kue khas Natal dari negara lain, kamu bisa mencoba membuat salah satunya. Selamat berkreasi.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *