Menkeu Teken Perluasan Insentif PPnBM Kendaraan Bermotor

Suara.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, telah menyetujui kebijakan diskon pajak atas kendaraan bermotor, yang telah diterbitkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor PMK-20/PMK.010/2021.

PMK tersebut menyebut, pemerintah memberikan stimulus diskon pajak untuk segmen ≤1.500 cc kategori sedan dan 4×2 yang memiliki local purchase paling sedikit 70 persen.

Untuk meningkatkan daya dorong kebijakan, baik dalam mengangkat tingkat konsumsi masyarakat maupun memulihkan sektor otomotif, pemerintah memperluas cakupan kendaraan bermotor yang mendapatkan fasilitas diskon pajak, yaitu dengan melakukan relaksasi persyaratan local purchase menjadi paling sedikit 60 persen dan menambah segmen kendaraan 4×2 dan 4×4 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.

Menkeu mengatakan bahwa dengan penerbitan PMK ini, maka bobot kebijakan stimulus menjadi semakin kuat dan cakupannya semakin luas.

Baca Juga: Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku, Ini Daftar Produk Toyota Terlaris

“Pemerintah berharap kebijakan stimulus ini mampu merangsang konsumsi masyarakat khususnya pada produk-produk unggulan industri kendaraan bermotor dalam negeri. Ini penting untuk terus mempercepat ritme pemulihan ekonomi nasional”, ujar Menkeu, dalam keterangannya.

Untuk kendaraan bermotor segmen ≤1.500 cc kategori sedan dan 4×2, skema fasilitas potongan tarif PPnBM masih sama dengan pengaturan sebelumnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Diberikannya diskon pajak sebesar 100 persen untuk periode April hingga Mei 2021 (melanjutkan diskon PPnBM masa Maret 2021).

Sedangkan potongan 50 persen PPnBM untuk masa Juni hingga Agustus dan 25 persen diskon PPnBM untuk masa September hingga Desember 2021.

Diskon pajak atas tambahan segmen kendaraan 4×2 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai 2.500 cc yang memenuhi syarat, dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Ada Relaksasi PPnBM, Honda Brio dan HR-V Jadi Buruan

Diskon pajak sebesar 50 persen dari tarif normal akan diberikan pada masa pajak April hingga Agustus 2021, kemudian 25 persen dari tarif normal pada masa pajak September sampai dengan Desember 2021.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *