Sinopsis & Review Film Dante’s Peak, Bencana Gunung Berapi

Di tahun yang sama, film dengan genre serupa tayang selang 2 bulan saja. Film Dante’s Peak ini selalu dibandingkan dengan film Volcano; begitupun sebaliknya. Meski sama-sama menceritakan tentang bencana yang ditimbulkan dari gunung merapi namun sang sutradara Dante’s Peak, Roger Donaldson memiliki caranya sendiri supaya filmnya agak lebih dikenal oleh para penonton.

Film Dante’s Peak sendiri menceritakan tentang bagaimana seorang volcanologist bernama Dr. Harry Dalton mencoba untuk memberitahu warga Dante’s Peak, Washington, untuk terus berjaga dan bersiap karena ia melihat adanya aktivitas gunung St. Helen yang tak wajar. Kota Dante’s Peak sendiri benar-benar ada di kaki gunung sehingga bahaya lebih mudah mengintai seluruh warganya.

Sinopsis

Dante's Peak_Poster (Copy)
  • Tahun rilis: 1997
  • Genre: Action, Disaster
  • Produksi: Pacific Western Productions
  • Sutradara: Roger Donaldson
  • Pemain: Pierce Brosnan, Linda Hamilton

Dr. Harry Dalton (Pierce Brosnan) adalah seorang volcanologist yang bekerja untuk USGS (United States Geological Survey). Setelah selamat dari kejadian erupsi di Galera, ia kembali melakukan investigasi terhadap beberapa gunung merapi yang aktif. Salah satunya gunung St. Helen.

Warga di sana hidup tenang karena sudah lama gunung tersebut tidak ‘batuk’ dan rewel sehingga mereka semua merasa aman. Harry bertemu dengan walikota Dante’s Peak bernama Rachel (Linda Hamilton) yang tinggal bersama dengan dua anaknya Graham (Jeremy Foley) dan Lauren (Jamie Renée Smith).

Pertemuan mereka yang intens membuat Harry dekat dengan Rachel dan juga anak-anaknya. Rachel bahkan menawarkan Harry berkeliling dekat gunung St. Helen sekaligus menemui ibu mertuanya, Ruth (Elizabeth Hoffman) yang tinggal di sana.

Saat berkunjung, Harry menemukan suatu hal ganjil. Ia banyak menemukan binatang yang mati, tumbuh-tumbuhan yang kering bahkan menemukan sepasang kekasih meninggal bak direbus di dalam kolam sumber air panas.

Harry segera mengontak tim USGS untuk segera melakukan investigasi terhadap kawasan gunung St. Helen. Namun St. Helen tidak menunjukan hal apapun, membuat supervisor Harry, Dr. Paul (Charles Hallahan) mengatakan bahwa hal tersebut adalah false alarm.

Meski demikian, Harry tetap meminta Rachel dan anak-anaknya tetap waspada akan kemungkinan terburuk. Mengingat St. Helen baik-baik saja, tim USGS pamit untuk pulang kembali. Namun tepat disaat Harry berpamitan dengan Rachel, mereka berdua menemukan bahwa air yang ada di rumah dan di beberapa tempat sudah bercampur dengan sulfur dioxide.

Saat dicek, sumber air kota Dante’s Peak sudah mendidih. Pergerakan tanah dan tekanan gas bumi pun mendadak naik secara cepat. Rachel lantas mengumpulkan seluruh penduduk untuk berkumpul guna membahas masalah soal evakuasi.

Sayang, belum sempat ketuk palu, gunung St. Helen keburu meletus melepaskan jutaan kubik debu dan awan panas ke angkasa. Semua orang panik bukan main. Seluruh penduduk Dante’s Peak mengungsi dalam satu waktu sehingga menimbulkan kekacauan.

Rachel lantas mengajak Harry dan kedua anaknya pergi untuk menjemput Ruth lantas segera melakukan evakuasi. Ruth awalnya keras kepala, ia tidak mau pergi dari rumahnya, tak lama setelah mengatakan hal tersebut, aliran lahar menembus rumah Ruth sehingga mau tidak mau mereka harus evakuasi. Naas, saat keluar rumah, lahar ternyata sudah mengepung.

Satu-satunya jalan adalah melintasi danau untuk bisa menyeberang ke jalanan yang lebih aman. Namun danau itu sudah bercampur dengan asam yang berasal dari dalam tanah yang teraliri gas dan lahar. Membuat apapun yang terkena air danau bisa terbakar.

Mereka semua tetap nekat untuk menyeberang menggunakan perahu. Betapa paniknya mereka saat perahu yang mereka tumpangi mulai hangus. Ruth yang merasa kalau semua akan berakhir sia-sia apabila tidak ada yang beraksi akhirnya turun ke danau mendorong perahu sampai ke tepian.

Baca juga:

Ruth akhirnya tewas menyelamatkan menantunya, Rachel, cucunya Graham dan Lauren juga Harry. Kini tugas Harry untuk menyelamatkan semuanya sebelum ledakan utama terjadi. Banjir lahar dingin terjadi dimana-mana, bahkan Dr. Paul pun harus meninggal akibat mobilnya terseret arus saat melewati jembatan untuk evakuasi ke kota sebelah.

Tak lama setelah Harry cs., sampai di wilayah yang lebih aman, ledakan pun terjadi. Ledakannya begitu keras dan dahsyat; menyapu seisi kota. Harry, Rachel, Graham dan Lauren pun lantas langsung naik mobil dan kebut untuk bisa keluar kota, namun mereka terlambat. Awan panas mengejar mereka dengan cepat.

Beruntung Graham punya tempat rahasia untuk bermain bersama teman-temannya di sebuah tambang yang sudah lama ditutup. Graham mengarahkan untuk kesana dan berhasil.

Mobil mereka menembus tambang tersebut ketika awan panas, bebatuan, debu dan serpihan lainnya menghempas apapun yang dilewatinya. Meski mereka terperangkap namun setidaknya mereka selamat.

Beruntung, saat menggunakan mobil salah satu tim USGS yang ditinggal di pos, Harry sudah memasukan emergency launch; sebuah alat seperti GPS untuk mendeteksi lokasi. Harry yang tertimbun dalam tambang menyalakan alat tersebut yang meski 4 hari kemudian baru terbaca oleh tim USGS lainnya yang selamat.

Harry, Rachel, Graham dan Lauren akhirnya selamat. Mereka dikeluarkan dari tambang. Mereka juga tercatat sebagai satu-satunya keluarga yang tertinggal dan berhasil selamat dari ledakan besar gunung merapi St. Helen. Film pun selesai dengan happy ending. Way to go Pierce Brosnan.k.a. Dr. Harry!

Si Tampan Pierce Brosnan is Back!

Dante's Peak_Pierce Brosnan (Copy)

Dari dulu sampai sekarang, kalau melihat om Pierce ini yang ada dalam pikiran saya adalah sosok James Bond. Ya mungkin karena dia sudah lama memerankan tokoh agen 007 sehingga karakter tersebut stuck alias nyangkut dalam diri Pierce. Meski demikian, Pierce cukup sukses untuk memerankan tokoh seorang volcanologist.

Pierce bisa membuat image sebagai seorang ahli gunung merapi yang super pintar sehingga para penonton bisa sedikit melepaskan bayangan agen 007 dari dirinya.

Dalam film ini juga tokoh Dr. Herry-lah yang menyelamatkan banyak nyawa berkat instingnya bahwa ada yang aneh dengan gunung St. Helen; padahal supervisornya sendiri mengatakan bahwa hasil investigasi Dr. Herry merupakan alarm palsu.

Kota Dante’s Peak yang Hancur

Dante's Peak_Chaos (Copy)

Bila kalian menyukai kekacauan tanpa henti, maka mungkin film ini akan menjadi salah satu film favorit kalian. Meski di awal, ceritanya tidak terlalu menggambarkan katastropi, namun saat menjelang pertengahan film, kekacauan mulai terjadi.

Kepanikan dimana-mana, gempa bumi, gedung runtuh, bola api menyembur, jembatan hancur, mobil-mobil berjatuhan. Penggambaran yang baik bukan untuk film bencana?

Lebih Bagus dari film Volcano?

Dante's Peak_Volcano (Copy)
*Source: The Agony Booth

Untuk saya pribadi, jalan ceritanya memang lebih ngena Dante’s Peak daripada Volcano. Dante’s Peak memiliki penjelasan lebih rinci dan efek yang ditimbulkan atas meledaknya gunung St. Helen. Kepanikan yang terjadi pun sedikit lebih menyeramkan dari film Volcano; padahal kalau dibilang seru melihat bagaimana lahar melahap isi kota ya Volcano pemenangnya.

Meski demikian, rating film Dante’s Peak lebih rendah dari film Volcano. Rotten Tomatoes bahkan hanya memberi skor sebanyak 25% untuk film ini. Sedangkan untuk Volcano, mereka memberi skor 50%. Banyak yang mengatakan dialog dalam film Dante’s Peak kurang greget sehingga membuat plot ceritanya sedikit hambar.

Bagaimana dengan kalian? Mana film yang menurut kalian paling bagus soal bencana gunung merapi kali ini? Dante’s Peak atau Volcano? Tulis di kolom komentar ya supaya kita tahu! Untuk kali ini, Bacaterus memberi rating 6.3/10 untuk film Dante’s Peak. Buat kalian yang belum nonton kedua film diatas. Buruan nonton ya! Seru banget!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *