Hanya Empat Jam, Kamera ETLE Polda Jateng Temukan 3.200 Pelanggar Lalin

Suara.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah melakukan launching Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (23/3/2021). Acara ini bertepatan dengan peluncuran ETLE Nasional Tahap 1 yang berlaku serentak di 12 Polda se-Indonesia.

Dalam acara itu disebutkan jika kurang dari empat jam sejak peresmian, pihak Ditlantas Polda Jateng merekam sebanyak 3.200 pelanggar lalu lintas.

Ribuan pelanggaran ini tersebar di semua Polres jajaran yang memasang kamera pengintai.

“Ini bukan jebakan Batman, saya harapkan masyarakat semakin patuh dengan adanya ETLE ini,” jelas Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, dikutip dari NTMC Polri.

Baca Juga: Honda Africa Twin Laku Ratusan Juta, ETLE Nasional Sudah Meluncur

Polisi Lalu Lintas menunjukkan kamera Electric Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile yang terpasang di badan saat peluncuran di Polda Metro Jaya, Sabtu (20/3/2021). Polda Metro Jaya meluncurkan 30 perangkat kamera ETLE Mobile yang terpasang di badan petugas (body cam), helm (helmet cam), dan dashboard mobil (dash cam). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp
Polisi Lalu Lintas menunjukkan kamera Electric Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile yang terpasang di badan saat peluncuran di Polda Metro Jaya, Sabtu (20/3/2021). Polda Metro Jaya meluncurkan 30 perangkat kamera ETLE Mobile yang terpasang di badan petugas (body cam), helm (helmet cam), dan dashboard mobil (dash cam). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp

Kapolda Jateng menambahkan jika di wilayah Jawa Tengah sudah ada 21 titik kamera. Ke depan, pihaknya akan menambah lagi hingga 50 ETLE dan diharapkan semuanya bisa terpenuhi di 35 Kabupaten atau Kota di Jawa Tengah.

“Setiap anggota Polantas akan terpasang 200 kamera di masing-masing helm (ETLE Mobile) dalam rangka memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas. Hal ini dilakukan untuk memberikan tilang kepada pengendara yang melanggar tanpa melalui anggota kita,” tambah Kapolda Jateng.

Selain menghindari interaksi langsung antara anggota Polantas dengan pengendara, di masa pandemi cara ini cukup tepat untuk menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya juga mengharap cara ini didukung semua pihak karena merupakan program Kapolri di seluruh wilayah hukum Indonesia.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *