Irjen Napoleon Sebut Bukti Elektronik JPU Tak Mampu Tunjukkan Dirinya Telah Terima Uang

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte mengatakan seluruh rekaman CCTV Lobby Gedung TNCC Mabes Polri yang dijadikan barang bukti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sama sekali tak membuktikan adanya tindakan penerimaan uang oleh dirinya.

Diketahui Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjadi terdakwa dalam kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

“Seluruh bukti elektronik berupa CCTV yang dibenarkan saksi adalah seluruhnya lobby Gedung TNCC Mabes Polri, sama sekali tidak buktikan kami telah terima uang,” kata Napoleon membacakan duplik di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Mampu Buktikan Keterlibatannya pada Kasus Djoko Tjandra

Kata Napoleon, kesimpulan jaksa soal penerimaan uang 200 ribu dolar Singapura dan 270 ribu dolar AS dari Tommy Sumardi di ruang kerja Kadiv Hubinter Polri, Gedung TNCC Mabes Polri sepenuhnya hanya bersumber dari keterangan yang bersangkutan.

Sedangkan pembuktiannya nihil.

“Sepenuhnya hanya bersumber dari keterangan dari Tommy Sumardi sendiri saja yang tidak memiliki kekuatan pembuktikan, sehingga tidak dapat membuktikan bahwa peristiwa tersebut telah terjadi,” ucap Napoleon.

Baca juga: Namanya Disebut Napoleon, Yasonna: Kalau APH Minta Cekal Kita Cekal, Kalau Minta Hapus Kita Hapus

Menurutnya dalih rekaman CCTV di lantai 1 Lobby Gedung TNCC Mabes Polri yang disebut sebagai suatu rangkaian tak terpisahkan dengan dakwaan soal pemberian uang, justru tak terbukti dalam rekaman CCTV tersebut. Sehingga antara dakwaan dengan alat bukti jadi tak relevan untuk dianggap atau diasumsikan dengan dakwaan jaksa.

Sebab rekaman CCTV itu hanya memperlihatkan keberadaan Tommy Sumardi dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo, bukan membuktikan adanya penyerahan dan penerimaan uang.

“Tidak relevan untuk dijadikan alat bukti petunjuk yang sah, dan meyakinkan terkait dengan adanya perbuatan kami sebagaimana dakwaan penuntut umum,” jelas dia.

Baca juga: Irjen Napoleon: Yasonna Laoly Bertanggung Jawab Atas Terhapusnya Nama Djoko Tjandra dari DPO

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *