Sinopsis & Review Film Thriller The Hunt, Hobi Aneh Kaum Elite

Apakah kalian termasuk ke dalam salah satu anggota elite atau kaum jetset yang punya hobi aneh? Hobi di sini bukan seperti golf, cruising, shopping atau main saham, tapi lebih ke berburu, berburu manusia. Iya, kamu tidak salah baca. Berburu manusia. Mereka melakukan ini sebagai salah satu kegiatan refreshing mereka setelah jenuh bekerja atau mengumpulkan uang dimana-mana.

Pertama kali saya lihat trailernya saja, sudah bergidik ngeri. Sebenarnya film ini sudah akan tayang pada tahun 2019 silam, namun karena ada kasus penembakan massal di Dayton dan El Paso, Universal Pictures selaku distributor film memutuskan untuk menunda penayangannya. Belum sempat tayang, Covid19 membuatnya mundur lagi hampir 1 tahun kemudian; 2021.

Sinopsis

The Hunt_Poster (Copy)
  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Thriller, Action
  • Produksi: Blumhouse Productions
  • Sutradara: Craig Zobel
  • Pemain: Hillary Swank, Betty Gilpin, Amy Madigan

*Spoiler Alert*

Film dimulai dengan sebuah percakapan satu golongan elite yang terdiri dari orang-orang penting dan kelas VIP. Isi percakapan itu menyinggung kinerja presiden dan pekerjaan juga aktivitas berburu yang akan mereka lakukan di sebuah Manor yang dimiliki oleh seorang wanita bernama Athena Stone (Hilary Swank).

Adegan berganti di sebuah private jet; di sana ada beberapa orang yang kelihatannya merupakan member elite. Mereka sedang bercengkrama sampai seorang pria tiba-tiba bangun dari ruangan kargo. Semua orang di dalam kabin terkejut karena ada ‘mangsa’ mereka yang seharusnya tertidur malah bangun sebelum waktunya. Ricuh, Athena pun keluar dari kamarnya lantas menusuk bola mata pria tersebut menggunakan heels miliknya.

Adegan lantas berganti lagi. Kini, terlihat seorang gadis diperankan oleh Emma Roberts bangun dalam keadaan mulut terkunci sebuah alat. Ia tidak sendiri, ada sekitar 12 orang yang ada di sana dalam keadaan sama. Mereka kemudian mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka kaget bukan main ketika ada 1 peti senjata di depan mereka; belum sempat memilih, tembak-tembakan pun terjadi. Perburuan manusia dimulai.

Semua orang berlarian kesana-kemari menyelamatkan diri. Naas, banyak yang tidak selamat. Ada yang jatuh ke jebakan duri, menginjak ranjau, tertembak mati ditempat sebelum menyerang, terpanah, kena ledakan granat dan masih banyak lainnya. Hanya tinggal menyisakan 2 orang; Crystal (Betty Gilpin) dan Gary (Ethan Suplee).

Mereka berdua kabur menggunakan kereta barang setelah berhasil membunuh dua orang elite yang menyamar menjadi pemilik toko kelontong. Toko kelontong tersebut sebenarnya adalah jebakan yang dibuat para kaum elite juga untuk para ‘pemain’ yang bersembunyi di sana. Crystal membabat habis dua orang elite itu dengan mudah hanya karena petunjuk kecil saja.

Saat Crystal dan Gary berhasil kabur dari area yang disebut Manor; mereka berdua turun di sebuah pos penjaga. Anehnya, seorang wali dari Kedubes Amerika datang mau menjemput mereka berdua untuk ‘pulang’. Lagi-lagi Crystal yang mengerti akan petunjuk mengetahui bahwa anggota Kedubes Amerika itu bagian dari orang-orang elite. Ia dan Gary kembali berhasil selamat dan dengan segera menuju markas utama para elite untuk balas dendam.

Berhasil. Crystal berhasil menghabisi semua anggota elite yang terlibat dalam ‘olahraga’ buruan tersebut dan menyisakan satu orang lagi yaitu pemimpin para elite, Athena. Saat ingin bertemu dengannya, Crystal malah mengetahui bahwa Gary pun terlibat dalam seluruh skenario tersebut meski ceritanya agak mengambang.

Penuh amarah, Crystal meghampir Manor; tempat Athena berdiam. Di sana aksi perkelahian pun terjadi. Athena yang dilatih selama 8 bulan menjadi seorang pembunuh pun dengan mudah menyerang Crystal. Crystal pun tidak tinggal diam, ia dengan gesti menyerang balik Athena hingga keduanya ambruk. Dari sinilah, semua hal sebenarnya terungkap.

Jadi ternyata pesan yang dikirim Athena dan anggota kelompok elite lainnya itu memang rencana mereka untuk benar-benar memburu binatang. Mereka juga memberi nama para binatang yang akan diburu itu ‘orang miskin’ sebagai lelucon. Namun entah kenapa, seluruh pesan Athena bocor ke publik membuat banyak orang berasumsi bahwa kelompok elite yang dipimpin Athena itu akan melakukan *Manorgate.

Akibat hal itu, Amerika menjadi panas dalam. Semua orang mulai berasumsi aneh-aneh terhadap orang kaya dan reputasi semua kelompok anggota elite di bawah Athena pun kena imbas, publik membicarakan dan saling share lewat postcad mengenai Athena dan teman-temannya. Tidak terima, Athena dan yang lain pun membuat manorgate menjadi nyata dengan menculik 12 orang provokator yang membicarakan dan menjelek-jelekan mereka.

Jadi sebenarnya yang jahat itu siapa ya kalau mengikuti jalan ceritanya? Para kaum elite yang direndahkan atau para netizen yang haus akan berita-berita hoax seperti itu? Menurut kalian bagaimana?

*Manorgate: Diambil dari sebuah cerita pendek tentang perburuan manusia di Manor (Perumahan Mewah/Real Estate) yang dilakukan orang-orang kaya sebagai olahraga ringan.

Cerita Nyata

The Hunt_Real Life (Copy)

Saat saya menonton film ini, bahkan saat menonton trailernya; saya langsung teringat akan film semacam Hunger Games, Purge, Ready or Not dan semacamnya. Secara garis besar film-film tersebut sama-sama memiliki plot untuk memburu sesama manusia untuk kesenangan, bertahan hidup, pertandingan dan pemberantasan rakyat miskin demi mencegah overpopulation.

Kalian tahu? Cerita dalam film-film tersebut bahkan film The Hunt sendiri memang terjadi dalam kehidupan nyata. Zaman dulu kala, di saat pemerintahan Yunani Kuno; para orang elite dari kelompok Sparta melakukan pengintaian, penculikan dan pembunuhan pada rakyat Helot demi melatih para Sparta muda dalam berjaga-jaga. Mereka menyebutnya sebagai, olahraga.

Horror Komedi

The Hunt_Horror Comedy (Copy)

Kalau saja film ini pure horror thriller, saya yakin banyak dari penonton yang engap untuk terus mengikuti jalan ceritanya. Awalnya saja sudah seram, namun saat di pertengahan aneka lelucon terjadi membuat rasa ‘seram’ dalam film ini mendadak luntur. Well, yeah meski tidak semua adegan menampilkan adegan konyol; tapi buat saya pribadi, film ini rasanya jadi krisis identitas.

Ketika bagian ekstrim terjadi, seperti saling bunuh dan saling berkelahi menggunakan benda-benda tajam; cuplikan guyon muncul. Ekspektasi saya yang sudah kelewat tinggi ya akhirnya ambruk. Apalagi ketika seorang penyintas terjatuh ke dalam parit berduri, berhasil selamat namun malah kena ledakan dan masuk lagi ke parit dengan posisi yang sama. Serius, kedengarannya mengerikan, tapi coba tonton. Jatuhnya kocak!

Plot Twist

The Hunt_Plot Twist (Copy)

Awalnya saya pikir kelompok elite ini lah yang akan menang selama jalan cerita. Ya memang sih, di awal film; hampir seluruh ‘buruan’ mereka mampu dihabisi. Namun kemunculan tokoh Crystal membuat cerita berbalik. Tokoh ini yang malah memburu balik semua kalangan elite yang mengincarnya.

Saya yang menontonnya lantas jingkrak-jingkrak sendiri saking senengnya melihat para psikopat diburu balik oleh Crystal tanpa ampun; tanpa mampu berikan penjelasan, tanpa aba-aba. Scene favorit saya selama Crystal ‘balas dendam’ adalah waktu ia menghabisi nyawa para elite di toko kelontong.

Usut punya usut, ternyata para kaum elite ‘salah’ menculik Crystal. Crystal bukanlah wanita sembarangan; dia merupakan mantan anggota terlatih tentara US yang sempat mendekam di penjara; jadi untuk segala kekerasan verbal atau fisik sudah sering ia terima dan bukan hal baru lagi. 

Meski bukan jenis cerita baru; film ini tetap oke untuk jadi salah satu bahan tontonan kamu di akhir pekan. Ingat ya, film ini tidak ramah sama sekali untuk anak-anak. Jadi, mohon menonton dengan bijak ya! Overall, Bacaterus memberi skor 6,7/10 dari keseluruhan jalan cerita, penyampaian pesan dan para tokohnya. Selamat menonton!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *