Saksi Sebut Mengetahui Mobilisasi Massa Sebelum Pilkada Belu dari Facebook

Jakarta: Saksi dari pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay-J.T Ose Luan, Yohanes Balawakarang, menyebut terjadi mobilisasi massa sehari sebelum Pilkada 2020 atau 8 Desember. Mobilisasi massa diduga dilakukan paslon Agus Taolin-Alo Halesernes.
 
Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Enny Nurbaningsih mempertanyakan mobilisasi yang dimaksud. Enny juga mempertanyakan sumber informasi yang diperoleh saksi paslon nomor urut 01 itu.
 
“Mobilisasi dilakukan dari Kupang dan itu saya mengetahuinya informasi dari tim dan saya baca diungkapkan tim paslon 02 (Agus-Alo) melalui media Facebook terkait adanya mobilisasi pemilih, masa, dan mahasiswa,” ujar Yohanes dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kepala Daerah Belu dengan nomor perkara 18/PHP.Bup-XIX/2021, di Gedung MK yang digelar secara virtual, Senin, 22 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Enny masih belum puas dengan jawaban Yohanes. Dia kemudian mempertanyakan apakah massa memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Belu dan apakah peserta seluruhnya mahasiswa. “Saya tidak tahu yang mulia,” jawab Yohanes.
 
Enny juga menanyakan jumlah massa yang disebut berkumpul di rumah pemenangan paslon nomor urut 02. Yohanes menyebut massa kurang lebih 514 orang berdasarkan informasi yang diunggah di media massa.
 
Enny juga mempertanyakan apakan mobilisasi sudah dilaporkan atau tidak. “Terkait mobilisasi kami tidak laporkan ke Bawaslu, tidak ada laporan ke Bawaslu,” jawab Yohanes.
 
Sebelumnya, berdasarkan hasil rapat Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 12-14 Desember 2020, paslon Agus Taolin-Alo Haleserens meraih 50.623 suara. Sementara itu, paslon Wily Lay-Ose Luan mendapat 50.376 suara.
 

(REN)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *