Kadis SDA DKI Ungkap Penyebab Banjir Jakarta

Jakarta: Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengungkapkan banjir di Ibu Kota akibat kiriman air dari hulu disertai curah hujan tinggi. Sehingga, sungai-sungai di Jakarta meluap dan mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi.
 
“Berdasarkan data, di hulu sendiri kemarin kan curah hujan cukup tinggi, kemudian dari hulu lari ke sini kan. Cuaca kemarin hujan juga cukup ekstrem,” kata Juaini di Gedung Balai DPRD DKI Jakarta, Senin, 22 Februari 2021.
 
Juaini mengakui kapasitas saluran air di Ibu Kota tak bisa menampung curah hujan ekstrem. Sehingga, banjir terjadi di sejumlah titik di DKI Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Karena memang kapasitas berdasarkan kajian kita, saluran-saluran yang kita punya ini, kapasitasnya itu antara 50-100 (meter per detik), kemarin curah hujan sampai 277 meter per detik,” kata dia.
 
(Baca: Jakarta ‘Dikepung’ Banjir, Pengamat: Normalisasi Sungai Harus Dijalankan)
 
Dia mencontohkan banjir di Kemang, Jakarta Selatan. Banjir diakibatkan luapan sungai yang mengalir di sekitar wilayah tersebut.
 
“Sungai yang ada di situ sudah meluap. Kali Mampang, Kali Krukut, sehingga saluran yang muaranya ke sungai itu enggak bisa masuk karena kalinya sudah meluap,” ujar Juaini.
 
Namun, Juaini mengeklaim banjir di wilayah Jakarta tahun ini lebih cepat surut ketimbang tahun lalu. Banjir surut dalam waktu 1×24 jam.
 
“Kemarin banjir tidak terlalu lama. Banjir hari Sabtu juga sudah pada surut. Tinggal kemarin hari Minggu pembersihan karena bekas lumpur yang kemarin,” jelas dia.  
 
Banjir terjadi di sejumlah wilayah di DKI Jakarta pada Sabtu, 20 Februari 2021. Ketinggian air bervariasi dari 30 sentimeter (cm) sampai 3 meter. Sekitar 1.300 warga harus dievakuasi. Banjir menimbulkan lima korban jiwa. 
 
(REN) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *