Disorot, Ini Penjelasan Polisi Terkait Penahanan 4 Ibu di Lombok Tengah

Jakarta: Polisi menjelaskan terkait penahanan empat ibu rumah tangga (IRT) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korps Bhayangka mengaku telah memediasi pelaku dan pelapor sebelum penahanan terlaksana. 
 
“Sudah sembilan kali (mediasi) oleh Kapolres Lombok Tengah (AKBP Esty Setyo Nugroho). Namun, enggak pernah berhasil karena pelapornya ngotot,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Februari 2021. 
 
Menurut dia, pelapor ingin kasus itu terus berlanjut. Akhirnya, polisi melanjutkan kasus itu hingga dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Kini, keempat ibu-ibu itu sedang menjalani persidangan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Penahanan 4 IRT Pelempar Gudang Tembakau Ditangguhkan, ini Penjelasan Kejagung
 
“Jadi ini contoh kita lakukan mediasi terus tanpa lelah sampai sembilan kali yang di Lombok Tengah dan penyidik sudah dievaluasi asesmen oleh irwasda (inspektur pengawasan daerah) diketahui sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada,” beber jenderal bintang dua itu.
 
Keempat IRT itu ialah Hultiah, Nurul Hidayah alias Inaq Alpi, Martini alias Inaq Abi, dan Fatimah alias Inaq Ais. Mereka dilaporkan karena diduga merusak gudang tembakau di Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, pada 26 Desember 2020. 
 
Keempat ibu-ibu itu melempar gudang rokok menggunakan batu karena terganggu dengan bau tembakau yang menyengat. Akibatnya, gudang itu merugi sekitar Rp4,5 juta. 
 
Penahanan keempat ibu-ibu itu disoroti banyak pihak. Banyak yang berempati, salah satunya 50 pengacara yang bersedia menjadi penasihat hukum.
 
(OGI) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *