696 Warga DKI Langgar Prokes Ditindak

Jakarta: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta terus menindak pelanggar protokol kesehatan (prokes) covid-19 selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penindakan dilakukan terhadap warga yang tak memakai masker serta pelanggaran prokes di rumah makan hingga tempat usaha.
 
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengatakan 696 warga kedapatan tidak memakai masker selama penindakan prokes pada Minggu, 21 Februari 2021. Sebanyak 14 orang didenda Rp250 ribu.
 
“Sedangkan, 682 orang memilih sanksi kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum atau tempat umum di sekitar lokasi penindakan,” kata Arifin melalui keterangan tertulis, Senin, 22 Februari 2021.
 
Satpol PP DKI juga berpatroli ke 248 restoran atau rumah makan. Sebanyak 38 restoran di antaranya dibubarkan dan diberikan teguran tertulis.
 
“Kemudian, tiga restoran diberhentikan sementara kegiatannya selama 1×24 jam karena melanggar prokes. Sedangkan 207 restoran tidak ditemukan pelanggaran,” ucap Arifin.
 
Dia menuturkan pihaknya juga menginspeksi mendadak (sidak) ke 41 perkantoran, tempat usaha, dan industri di Jakarta. Dari jumlah tersebut, delapan perkantoran diberikan teguran tertulis.
 
“Lalu, sebanyak 33 perkantoran sisanya aman atau tidak ditemukannya pelanggaran,” ungkap Arifin.
 
Nilai denda dari penindakan prokes pada 21 Februari mencapai Rp2.250.000. Denda didapat dari warga yang tidak memakai masker.
 
(REN) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *