Survei Kepuasan Konsumen: Tesla Mendapatkan Skor Buruk!

Suara.com – Berdasarkan studi kepuasan konsumen yang dilakukan J.D Power–perusahaan riset pasar–, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Incorporation berada di urutan ke-30 dari 33 merek mobil.

Perusahaan dengan Chief Executive Officer (CEO) Elon Musk ini membawahi brand Jaguar, Alfa Romeo, dan Land Rover.

Survei ini melibatkan responden lebih dari 80.000 pemilik terverifikasi, dengan masa pakai kendaraan lebih dari tiga tahun. Semakin sedikit jumlah masalah yang dilaporkan oleh pemilik mobil, maka semakin tinggi skor yang didapat.

Survei J.D Power melacak 177 masalah spesifik dalam delapan kategori, termasuk masalah HVAC atau Heating, Ventilation, and Air Conditioning. Lantas persoalan infotainment, kekurangan eksterior, dan masalah powertrain. Pemilik melaporkan rata-rata 121 masalah per 100 kendaraan.

Baca Juga: Tesla Incorporation Bikin Pabrik di India, Ini Nama Pabrik dan Lokasinya

 Lexus LX 570. [Shutterstock]
Lexus LX 570.  Sebagai ilustrasi produk dengan tingkat kepuasaan tinggi dalam survei J.D Power   [Shutterstock]

Tiga merek teratas adalah Lexus dengan 81 masalah per 100 kendaraan, Porsche di urutan kedua dengan 86, dan Kia mendapatkan medali perunggu lewat persoalan sebanyak 97.

Tesla menerima 176 masalah per 100 kendaraan. Tiga terakhir adalah Jaguar (186), Alfa Romeo (196), dan Land Rover (244).

“Tesla tidak mengizinkan pemilik kendaraannya untuk disurvei, jadi secara teknis tidak memenuhi kriteria peringkat J.D. Power. Tetapi studi secara independen memperoleh data yang cukup untuk memberi Tesla skor,” demikian tulis J.D Power, dikutip dari Inside Evs.

Namun demikian, usah risau dengan hasil survei. Pasalnya, bulan lalu Tesla mendapat pujian dari perusahaan yang sama dan menerima penghargaan tertinggi untuk studi kepemilikan EV premium.

Dan di sisi lain perlu diingat pula, bahwa Tesla juga belum lama dalam mengembangkan jajaran produk mobil listrik miliknya bila dibandingkan dengan produsen mobil lain yang telah merancang dan memproduksi kendaraan selama beberapa dekade.

Baca Juga: Lagi, Tesla Harus Lakukan Recall Kendaraan, Kali Ini Berlaku di Jerman

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *