Survei: Elektabilitas Prabowo Kalahkan Anies Hingga Ustaz Abdul Somad

Jakarta: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masih kuat di kalangan tokoh yang berpeluang mencalonkan diri sebagai presiden. Survei Parameter Politik Indonesia mencatat fakta tersebut.
 
“Data elektabilitas juga menunjukkan Prabowo Subianto menjadi figur tak tergantikan dari calon berbasis militer secara konsisten memimpin kompetisi calon presiden (capres) 2024,” kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, dalam keterangan tertulis kepada Medcom.id, Minggu, 21 Februari 2021.
 
Survei dibagi menjadi dua kelompok, yakni elektabilitas capres dengan 15 dan 10 nama. Hasil keduanya mengunggulkan Prabowo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Pada elektabilitas 15 nama capres, Prabowo memperoleh persentase 22,1 persen. Disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan angka 14,6 persen.
 
Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di angka 13,9 persen; Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 6,3 persen; Menteri Sosial Tri Rismaharini 5,8 persen, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,3 persen. Kemudian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno 4,1 persen, dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla 3,8 persen.
 
Berikutnya, elektabilitas mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 3,4 persen; ustaz Abdul Somad 2,9 persen; serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD 2 persen. Menteri BUMN Erick Thohir 1,8 persen; Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 1 persen; Ketua DPR Puan Maharani 0,8 persen, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko 0,2 persen.
 
Pada elektabilitas 10 nama capres, Prabowo berada di posisi puncak dengan persentase 23,1 persen. Di bawah Ketua Umum Partai Gerindra itu ada Anies Baswedan dengan elektabilitas 15,2 persen; dan Ganjar Pranowo 14,9 persen.
 
Ridwan Kamil mencatat persentase elektabilitas 6,8 persen; Tri Rismaharini 6,5 persen; dan AHY 6,3 persen. Sisanya, tercatat elektabilitas di bawah 5 persen, yakni Sandiaga Salahuddin Uno, Jusuf Kalla, Abdul Somad, dan Gatot Nurmantyo.
 
Survei juga mencatat mayoritas pasangan capres-cawapres berlatar militer-sipil paling diminati. Sebanyak 30,2 persen responden menyukai pilihan itu.
 
Kemudian, capres-cawapres dari kalangan sipil dipilih 26,1 persen. Sipil-militer disukai 18,6 persen responden; militer-militer 11,1 persen, dan sisanya 14 persen tak menjawab.

Temuan survei

Adi mengungkapkan calon berlatar militer seperti Gatot Nurmantyo dan Moeldoko masih memiliki pekerjaan rumah cukup berat untuk mampu bersaing secara imbang dengan kandidat lain. Hanya AHY yang relatif stabil meski elektabilitasnya cenderung stagnan dan tercecer dari calon lain.
 
Temuan lainnya, elektabilitas Sandiaga Uno justru menurun. Elektabilitas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada survei sebelumnya selalu masuk 5 besar.
 
“Hal ini disinyalir diakibatkan oleh persepsi negatif masuknya Sandiaga Uno ke dalam Kabinet Kerja Jokowi,” ujar Adi.
 
Elektabilitas Tri Rismaharini disebut naik signifikan dibandingkan survei sebelumnya. Mantan Wali Kota Surabaya itu mampu merangsek ke peringkat 5.
 
“Meningkatnya elektabilitas Tri Rismaharini diakibatkan ekspos media yang meningkat sejak ditunjuk menjadi Menteri Sosial,” ujar Adi.
 
Survei dilaksanakan pada 3-8 Februari 2021. Sampel survei menyasar 1.200 responden dengan metode telepolling menggunakan kuesioner.
 
Survei menggunakan asumsi metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error 2,9 persen. Tingkat kepercayaan survei 95 persen.
 
(REN) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *