Pengelolaan Limbah Masker Harus Dimulai dari Rumah

Jakarta: Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19 Alexander Ginting mengungkapkan sosialisasi pengelolaan limbah masker dilakukan di tingkat RT/RW. Hal itu untuk memutus penyebaran covid-19 sekaligus mencegah masalah baru dari tumpukan limbah masker yang dihasilkan rumah tangga.
 
“Dampak limbah masker cukup besar. Selama pandemi ini sudah 1,5 ton terkumpul dari rumah tangga. Kemudian dari pos lainnya. Kalau tidak dikelola dengan baik akan mencemari tanah dan menjadi sumber bencana yang tidak terlihat secara langsung. Harus waspadai juga penyalahgunaan oleh oknum,” kata Alexander dalam konferensi pers Hari Peduli Sampah Nasional: Pekan Peduli Limbah Masker Masyarakat yang diselenggarakan secara daring, Minggu, 21 Februari 2021.
 
Dia berharap masyarakat menyadari limbah masker menjadi tanggung jawab bersama. Hal termudah yang dapat dilakukan yakni memilah limbah masker dan sampah lainnya agar limbah masker lebih mudah dihancurkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Limbah ini harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Harus menjadi etos kerja keluarga dan komunitas. Bahwa masker yang kita pakai termasuk juga menjadi sumber untuk menjadi penyakit jika tidak dikelola dengan baik,” tutur dia.
 
(Baca: Satgas Covid-19 Gandeng KLHK Garap Kebijakan Pengelolaan Limbah Medis)
 
Ketua Subbidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Lia G Partakusuma mengungkapkan setiap minggu sebanyak 249.196 limbah medis dihasilkan dari 102 rumah sakit rujukan covid-19 di Jakarta. Belum lagi, 80 rumah sakit bukan rujukan covid-19 menghasilkan 21.093 limbah medis setiap minggu.
 
“Untuk itu kita melakukan pengelolaan limbah medis khususnya limbah masker dengan melibatkan dinas lingkungan hidup dan juga pihak ketiga,” kata Lia.
 
Lia mengungkapkan di Jakarta disiapkan tempat pembuangan sampah khusus limbah medis di setiap kecamatan. Kemudian, sampah-sampah diangkut ke pusat pengumpulan limbah di setiap kota administrasi. Selanjutnya, limbah dikelola oleh pihak ketiga.
 
“Masalah limbah medis khususnya limbah masker ini menjadi masalah kita bersama. Untuk itu diharapkan setiap rumah tangga melakukan pemilahan untuk memutus penularan covid-19,” tutur dia.
 
(REN) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *