Jokowi minta penegakan hukum pada pembakar hutan dilakukan tanpa kompromi

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta agar penegakan hukum kepada para pelaku pembakaran hutan dan lahan dilakukan tanpa kompromi.

Dia meminta agar tindakan yang tegas tersebut diberikan kepada setiap pihak yang menyebabkan Karhutla baik di konsesi milik perusahaan maupun di masyarakat. Dia berharap, dengan tindakan hukum yang tegas tersebut akan timbul efek jera kepada pelaku.

“Terapkan sanksi tegas bagi pembakar hutan dan lahan, baik sanksi administrasi, perdata maupun pidana,” ujar Jokowi  saat memberikan pengarahan kepada peserta Rakornas Pengendalian Karhutla,Senin (22/2).

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi pun mengingatkan para kepala daerah, pangdam, kapolda, kapolres danrem, dandim yang berada di daerah-daerah rawan bencana kebakaran konsekuensi bila kebakaran hutan dan lahan tidak ditangani dengan baik.

Baca Juga: Kopassus TNI AD menerima bantuan masker dari Triputra Group dan Saratoga Group

“Kalau di wilayah saudara-saudara ada kebakaran dan membesar dan tidak tertangani dengan baik. aturan mainnya tetap sama, belum saya ganti. Saya kira kita masih ingat semua kalau yang ikut rutin setiap tahun pertemuan seperti ini dengan saya pasti masih ingat, yaitu dicopot, yaitu diganti,” ujar Jokowi.

Jokowi pun mengingatkan agar semua pihak mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan meski saat ini beberapa wilayah di Indonesia Indonesia tengah menghadapi bencana banjir dan tanah longsor.

Dia meminta agar rencana pencegahan kebakaran lahan dan hutan dilakukan secara detail dan matang dan terdapat sinergi yang kuat dan eksekusi di lapangan yang semakin efektif.

Hal itu perlu diperhatikan lantaran dari laporan BMKG tahun 2021, sebagian besar wilayah indonesia diperkirakan masih mendapat hujan menengah tinggi hingga bulan April, la nina masih akan bertahan hingga semester baru.

Baca Juga: Hadapi black campaign soal kelapa sawit, Indonesia akan gunakan strategi ofensif

“Bulan Mei diperkirakan jadi fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau tetapi kita masih harus tetap waspada, jangan lengah,” ujarnya.

Dia pun menekankan beberapa hal yang harus dilakukan dalam pencegahan karhutla, yakni pertama memprioritaskan upaya pencegahan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *