BPPT Lakukan Modifikasi Cuaca di Barat Laut Jabodetabek

Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan teknologi modifikas cuaca (TMC) untuk meredam potensi banjir yang masih mengancam Jabodetabek sepekan ke depan. Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Jon Arifian mengungkapkan TMC mulai dilakukan dari landasan udara Halim Pedanakusuma, Jakarta.
 
“Untuk TMC kali ini rencananya dua unit pesawat yang akan dikerahkan. Tapi untuk hari ini baru siap satu unit casa 212,” kata Jon kepada Media Indonesia, Minggu, 21 Februari 2021.
 
TMC dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Sebanyak satu sorti dengan membawa bahan semai 800 kilogram diterjunkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Penyemaian dilakukan di awan arah barat laut wilayah Jabodetabek. Jon mengungkapkan TMC dilakukan dengan koordinasi bersama TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
 
“Kita juga belum tahu kepastian berapa lama TMC akan dilakukan. Biasanya nanti akan ditentukan oleh BNPB atas masukan BMKG dan BNPB. Kami juga belum bisa menyimpulkan keberhasilan dari satu hari operasi. Masih membutuhkan evaluasi setelah tim selesai melakukan misi,” beber dia.
 
Merujuk hasil TMC redistribusi curah hujan di Jabodetabek pada 2020, mampu mengurangi curah hujan sebesar 21-47 persen terhadap curah hujan alam. Jon mengungkapkan Metode TMC penyemaian awan untuk redistribusi curah hujan yang disiapkan meliputi metode jumping process dan sistem kompetisi.
 
Metode jumping process ialah penyemaian pada awan-awan di luar wilayah rawan banjir yang pergerakannya mengarah menuju wilayah rawan banjir. Sedangkan sistem kompetisi ialah menyemai bibit awan yang masih kecil secara masif di daerah rawan banjir. Sehingga, awan tersebut tidak sempat berkembang menjadi hujan secara masif atau diupayakan buyar sebelum mencapai wilayah rawan banjir.
 
Sebelumnya, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi selama beberapa hari ke depan hingga 25 Februari 2021. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat masih berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek.
 
Puncak musim penghujan masih berlangsung dari Februari sampai awal Maret 2021 dengan intensitas hujan lebat. Lalu, pada 22 Februari 2021 intensitas hujan ringan.
 
“Selanjutnya, kita harus waspada pada 23 dan 24 mendatang. Hujan intensitas lebat hingga sangat lebat ini akan merata di seluruh wilayah Indonesia,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
 
(REN) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *