Sinopsis & Review Film 5 Centimeters Per Second (2007)

Bagi penggemar film animasi, 5 Centimeters Per Second pasti bukan sesuatu yang baru. Ceritanya menyentuh hati sehingga berhasil meraih kesuksesan setelah ditayangkan. Film animasi ini juga memenangkan Best Animated Feature Film di ajang Asia Pacific Screen Awards pada 2007 lalu.

Ia bercerita tentang kehidupan Takaki Tōno dari masa remaja hingga dewasa. Selama itu, Takaki mengalami jatuh cinta hanya pada satu gadis, yaitu Akari. Sayangnya, keadaan seolah tidak berpihak. Seperti apa persisnya kesedihan yang dialami tokoh kita ini? Anda bisa menonton film animasi ini di Netflix, tapi sebelum itu mari simak ulasan dan sinopsisnya terlebih dahulu. Simak bersama ya!

Sinopsis

Sinopsis

  • Tanggal/Tahun Rilis: 3 Maret 2007
  • Genre: Animasi, Drama, Romantis
  • Produksi: Madman Entertainment, ADV Films, Crunchyroll, Manga Entertainment, CoMix Wave Films
  • Sutradara: Makoto Shinkai
  • Pengisi Suara: Kenji Mizuhashi, Yoshimi Kondō, Ayaka Onouei, Satomi Hanamura

Akari Shinohara dan Takaki Tōno berpisah setelah keduanya cukup dekat sebagai sahabat. Akari berharap semoga kelak mereka bisa menikmati Sakura bersama lagi. Dari tempatnya yang sekarang, Tochigi, Akari mengirim surat pada Takaki yang berada di Tokyo. Surat tersebut berisi apa pun yang ingin dia ceritakan, seperti cuaca, gedung-gedung pencakar langit, apa pun.

Sudah enam bulan sejak perpisahan mereka, tapi masing-masing masih saling membekaskan kenangan. Keduanya rajin berkirim surat, hingga suatu hari Takaki bersiap pindah ke Kagoshima, mengikuti kedua orangtuanya. Kabar ini segera diketahui oleh Akari. Gadis itu menyayangkan karena tempat baru Takaki berada cukup jauh. Akari tidak bisa dengan mudah naik kereta jika ingin bertemu dengannya.

Setelah berpisah selama satu tahun, Akari dan Takaki berencana untuk bertemu. Selepas sekolah, Takaki bergegas menuju tempat Akari di Tochigi. Dia memberanikan diri bepergian menggunakan kereta seorang diri. Sementara itu, Akari berjanji menunggu sahabatnya ini di stasiun pukul tujuh malam.

Dua remaja ini memiliki kesamaan. Mereka sama-sama murid pindahan, berbadan kecil, kerap sakit-sakitan dan lebih suka menghabiskan waktu di perpustakaan daripada di lapangan. Hal itulah yang membuat Takaki dan Akari mudah dekat.

Kereta Takaki rupanya banyak mengalami keterlambatan karena cuaca sedang bersalju. Waktu pun menunjukkan sudah lewat jam tujuh malam. Takaki mulai gelisah karena membayangkan Akari menunggunya sendirian di stasiun. Pasalnya jam sudah menunjukkan pukul 22:30. Akhirnya setelah sekian jam perjalanan, Takaki sampai di stasiun.

Tidak disangka, Akari masih menunggu di sana. Padahal malam sudah cukup larut. Tak banyak kata-kata, keduanya melepas rindu. Selesai menyantap bekal yang dibawa Akari keduanya keluar stasiun dan berciuman di bawah pohon Sakura. Itu adalah ciuman pertama untuk keduanya. Takaki dan Akari akhirnya menginap di sebuah pondok kecil, sebelum pagi harinya mereka harus kembali berpisah.

Beberapa tahun berlalu kini Takaki dan Akari sama-sama duduk di kelas tiga SMA. Di sekolah, seorang gadis bernama Kanae Sumida menyukai Takaki. Kanae merupakan gadis yang manis yang gemar olahraga selancar, sementara Takaki fokus berlatih panah.

Rupanya Kanae dan Takaki bersekolah di SMP yang sama. Dia menyukai Takaki sejak kelas 2 SMP dan berusaha masuk ke SMA yang sama dengan lelaki yang disukainya tersebut. Namun, gadis itu terlalu malu untuk mengungkapkan perasaannya.

Pada suatu sore, keduanya pulang bersama setelah Kanae menemukan Takaki sendirian di sebuah bukit. Di jalan, melintas sebuah mobil besar milik Badan Pengembangan Antariksa Nasional Jepang yang memaksa mereka berhenti. Sembari menunggu mobil tersebut lewat, mereka membicarakan perihal proyek peluncuran menuju ujung tata surya. Tak lama keduanya lantas melanjutkan perjalanan di tengah hujan.

Keesokan harinya, Kanae berniat mengungkapkan perasaannya pada Takaki. Mereka lalu kembali pulang bersama.  Di saat bersamaan, motor Kanae mogok. Takaki pun menemani gadis itu pulang berjalan kaki. Selama perjalanan, keduanya tidak saling bicara, yang terdengar hanya suara-suara serangga.

Kanae yang sudah memendam perasaan sejak lama, semakin terbawa perasaan dan menangis. Takaki bingung tapi tak lama di belakang mereka terlihat sebuah pesawat luar angkasa diluncurkan. Keduanya tertegun. Kanae lalu sadar dan memutuskan untuk terus memandam perasaannya. Bagaimana kelanjutan cerita Takaki?

Dibagi Menjadi Tiga Bagian

Dibagi Menjadi Tiga Bagian

Menonton film ini, Anda akan mendapati tiga bagian cerita. Masing-masing berisi potongan kehidupan Takaki dari remaja hingga dewasa. Bagian pertama berjudul Kisah Sakura. Ia menceritakan kehidupan Takaki saat menginjak remaja, saat dia jatuh cinta untuk pertama kalinya. Takaki adalah seorang remaja laki-laki yang bertemu dengan gadis bernama Akari. Keduanya menjadi dekat karena memiliki banyak kesamaan. Sayangnya mereka harus terpisah jarak.

Bagian kedua berjudul Angkasawan. Di sini, Takaki sudah mulai beranjak dewasa. Dia menjadi salah satu murid di Sekolah Menengah Atas yang hobi memanah. Tidak seperti anak SMA kebanyakan, Takaki tumbuh jadi pria yang pendiam. Sepanjang waktu, dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Sampai-sampai tidak menyadari ada seorang gadis yang menyukainya sejak lama.

Selanjutnya, yaitu bagian ketiga berjudul 5 Centimeters per Second.  Di sini Takaki sudah menjadi pria dewasa. Bagian ini menyuguhkan cerita kehidupan Takaki sebagai seorang pekerja. Namun, kehidupan Takaki tidak lebih baik. Rupanya dia masih memikirkan Akari setelah sekian tahun berlalu. Lantas apakah mereka akhirnya dapat bersatu?

Cinta Terhalang Jarak

Cinta Terhalang Jarak

Satu hal yang bisa dirasakan sepanjang menonton film animasi ini adalah kesedihan sebab cinta yang terhalang jarak. 5 Centimeters per Second mengingatkan kita tentang nelangsanya mengkhawatirkan seseorang yang jauh. Apalagi yang dirasakan adalah cinta pertama dan ciuman pertama. Banyak orang mengatakan bahwa cinta pertama sulit dilupakan, kisah Takaki dalam film ini seolah semakin menguatkan anggapan tersebut.

Jarak antara kota Takaki ke tempat tinggal Akari cukup jauh sehingga harus ditempuh menggunakan kereta selama beberapa jam. Namun, perasaan Takaki dan rindu yang dimiliki keduanya membuat jarak yang jauh tersebut bukan masalah. Saat tidak bisa bertemu, keduanya rajin berkirim surat untuk saling berbagi cerita.

Sayang, pada akhirnya jarak menjadi satu-satunya kendala bagi mereka. Di akhir film, Takaki mengatakan bahwa sesering apa pun keduanya berkirim kabar melalui SMS, hati mereka hanya mendekat sebanyak satu centimeter saja. Anda yang mengalami cerita serupa, pasti bisa ikut merasakan  kesedihan sekaligus kebingungan yang dialami Takaki dan Akari.

Anime Romantis yang Menenangkan

Anime Romantis yang Menenangkan

Selama ini kisah-kisah romantis yang menyentuh hati banyak dibawakan oleh film live action. Emosi dalam cerita dapat terasa melalui ekpresi para karakternya. Namun, siapa sangka film animasi juga bisa terasa romantis dan emosional walau tanpa ekspresi atau dialog yang berlebihan.

Menyaksikan 5 Centimeters per Second dari awal hingga akhir, Anda akan terbawa hanyut oleh cerita yang dinarasikan dengan lembut. Belum lagi backsound dan original soundtrack yang terdengar menenangkan di telinga.

Suara-suara yang menjadi latar belakang juga terdengar sangat nyata. Salah satunya saat Takaki dan Kanae berjalan kaki berdua sepulang sekolah. Anda akan mendengar suara-suara jangkrik dan serangga lain yang umum didengar di pedesaan saat hari mulai gelap. Selain itu, terdengar pula suara motor, rumput yang tertiup angin dan deburan ombak ketika Kanae bermain papan selancar. Suara-suara tersebut berhasil menambah suasana di film ini semakin syahdu.

Bukan hanya musik pengiring yang membuat film animasi ini terasa menenangkan, melainkan juga grafisnya yang penuh dengan warna-warna lembut dan dibuat dengan detail. Setiap elemen pada film dibuat secara rinci, mulai dari sisa salju di kaca kereta hingga teks di layar handphone. Anda akan terkesima dengan ini.

Film animasi punya kekuatan tersendiri, sama halnya dengan 5 Centimeters per Second. Jika Anda butuh menyaksikan film animasi yang romantis dan menenangkan, film arahan sutradara Makoto Shinkai ini adalah pilihan yang tepat. Jika Anda masih ragu-ragu untuk menontonnya, semoga setelah membaca ulasan ini berubah jadi yakin ya! Bagaimana? Sudah siap mengikuti kisah Takaki?

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *