Sinopsis dan Review Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald (2018)

Gellert Grindelwald, tokoh jahat di dunia sihir, berhasil meloloskan diri dari perjalanannya menuju persidangannya di Inggris. Newt Scamander ditugaskan oleh Albus Dumbledore untuk menghentikan rencana jahat Grindelwald. Dalam pengejarannya, Newt menemui banyak intrik keluarga, politik pemerintah, para monster, masa lalu dan cinta.

Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald merupakan sequel dari Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) yang termasuk ke dalam franchise Wizarding World karya J.K. Rowling yang dimulai sejak film Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (2001). Masih dibintangi oleh cast yang sama dengan film sebelumnya, kali ini sosok Grindelwald yang diperankan Johnny Depp mendapat porsi lebih.

Simak review kami berikut ini dari film yang menampilkan kembali sosok Albus Dumbledore dan sekolah Hogwarts yang pasti fans Harry Potter rindukan.

Sinopsis

Sinopsis

  • Tahun: 2018
  • Genre: Adventure, Family, Fantasy
  • Produksi: Heyday Films, Warner Bros. Pictures
  • Sutradara: David Yates
  • Pemeran: Eddie Redmayne, Katherine Waterston, Johnny Depp

Magical Congress of the United States of America (MACUSA) memindahkan Gellert Grindelwald ke Inggris untuk diadili dengan menggunakan kereta terbang yang dikawal secara ketat, tapi dia berhasil meloloskan diri dengan bantuan rekan-rekannya dan sihir yang spektakuler. Tiga bulan kemudian Newt dihadapkan kepada kementrian sihir untuk ditugaskan mencari keberadaan Credence. Tapi Newt menolak.

Di sekolah Hogwarts, Albus Dumbledore meminta Newt untuk menyelamatkan Credence dari Grindelwald juga kementrian sihir yang dipercaya bahwa Credence adalah adik Leta Lestrange yang hilang, Corvus. Newt dan Jacob berangkat ke Paris, juga Queenie yang ingin mencari Tina dan Credence.

Sementara itu di Paris, Credence dan Nagin melarikan diri dari sirkus demi mencari orang tua kandung Credence. Mereka bertemu Irma yang membawanya ke Amerika, tapi kemudian Irma dibunuh oleh Grimmson, penyihir yang ditugaskan oleh kementrian sihir yang ternyata adalah pengikut Grindelwald. Tina bertemu Yusuf yang juga mengejar Credence. Yusuf yakin jika Credence adalah adik tirinya.

Newt bertemu Tina dan mereka menyusup ke kantor kementrian sihir Prancis untuk mencari dokumen tentang Credence, tetapi mereka ketahuan oleh Leta yang kemudian mereka dikejar oleh kucing-kucing sihir milik penjaga kantor. Garis takdir mempertemukan mereka di pemakaman keluarga Lestrange dimana Yusuf ingin menuntaskan dendam ayahnya kepada Credence.

Tetapi ternyata Leta, yang merupakan saudara seibu dengan Yusuf, memiliki rahasia yang baru kali ini dia ungkapkan. Sewaktu dia dan Corvus dibawa oleh Irma ke Amerika, Leta menukar Corvus dengan bayi lain yang ternyata adalah Credence karena tidak tahan dengan suara tangisan. Kapal kemudian tenggelam dan mereka selamat, sedangkan ibu dan bayi Corvus tenggelam di lautan.

Mereka kemudian mengikuti jejak kedatangan para penyihir di sebuah pertemuan yang diadakan oleh Grindelwald. Dia menunjukkan gambaran masa depan yang menjadi propagandanya untuk menarik pengikut. Mengetahui kedatangan petugas kementrian sihir, Grindelwald membuat lingkaran api biru yang hanya bisa ditembus oleh pengikutnya. Creedence dan Queenie bergabung ke dalamnya.

Ketika kekuatan sihir Grindelwald membesar, para penyihir kementrian terdesak dan dibantu dengan kedatangan Nicholas Flamel, ahli alkimia abadi Prancis, membuat lingkaran api merah yang menghadang kekuatan Grindelwald menyebar ke seluruh Prancis. Kekuatan sihir Grindelwald kalah dan tersekap kembali ke dalam pemakaman.

Newt membawa botol kecil milik Grindelwald kepada Dumbledore, sementara itu Grindelwald Bersama Credence dan Queeni berada di sebuah kastil di ketinggian pegunungan di Austria, dimana Grindelwald memberi Credence tongkat sihir dan identitas aslinya, yaitu Aurelius Dumbledore!

Salah Satu Pondasi Semesta Harry Potter

Salah Satu Pondasi Semesta Harry Potter

Keberadaan serial Fantastic Beasts ini tentunya sudah lama dinanti oleh para fans Harry Potter, sehingga kemunculan film pertamanya disambut baik di tahun 2016 silam. Tentu saja, kelanjutan petualangan Newt dan hubungannya dengan semesta Harry Potter mengundang rasa penasaran. Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald ini mengabulkan kerinduan para fans berat tersebut.

Sekolah Hogwarts yang sangat melegenda ditampilkan dalam kondisi yang masih segar di tengah pegunungan dan danau yang masih natural, belum sehiruk-pikuk ketika di zaman Harry Potter. Albus Dumbledore pun hadir yang diperankan oleh Jude Law yang memang pantas untuk membawakan karakter ini dengan penuh kharisma.

Dunia dimensi sihir yang ditampilkan sangat imajinatif, tentu saja karena peran sutradara David Yates yang memang sangat mengerti dunia Harry Potter ini sejak menangani Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007) dan tiga film setelahnya. Pintu masuk dimensi sihir di Paris adalah patung wanita yang bisa bergerak-gerak sendiri.

Pameran sihir yang spektakuler pun kembali ditampilkan, antara lain tenda sirkus yang bisa beres dalam sekejap dan masuk ke dalam sebah koper, juga kerumitan lemari-lemari dokumen yang bergerak tanpa arah di kantor kementrian sihir Prancis. Dan tampilan monsternya juga cukup memukau, seperti kuda laut yang ditunggangi oleh Newt dan seekor naga yang bertingkah seperti kucing.

Cerita Rumit yang Bertele-Tele

Cerita Rumit yang Bertele-Tele

Meski semua keajaiban sihir ditampikan dalam skala memukau, cerita yang ditulis oleh J.K. Rowling, baik novel dan naskah filmnya, terkesan bertele-tele karena berusaha menggali lebih dalam seluruh karakter yang hadir di film ini. Beragam kisah dan intrik misterius menggenangi jalan ceritanya, yang akhirnya membuat durasi film melebihi 2 jam yang sangat melelahkan.

Rowling kali ini tidak bisa fokus kepada tokoh utamanya, Newt, yang kali ini seperti tersudutkan menjadi tokoh pendukung cerita saja, dimana Grindelwald mendapat fokus utama meski kelihatannya semua tokoh mendapat porsi durasi yang hampir setara. Kisah pencarian identitas Credence yang misterius, kesalahpahaman cinta antara Newt dan Tina, serta sosok Leta membuat fokus film terpecah.

Kekuatan cerita di serial Harry Potter seolah-olah tidak tampak dan film terjatuh menjadi film fantasi biasa dengan pameran special effects yang dahsyat. Jika kerumitan cerita ini menarik, mungkin saja akan membuat penonton betah dan terkesan karenanya, tapi semua dipaparkan dalam nuansa yang membuat kita mengantuk saat mencoba untuk mengerti kisahnya.

Performa Johnny Depp yang Kuat dan Misterius

Performa Johnny Depp yang Kuat dan Misterius

Satu hal yang menarik dari film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald adalah sosok Grindelwald sendiri yang diperankan oleh Johnny Depp. Akhirnya kita bisa melihat kembali kekuatan akting Johnny Depp yang selama ini sepertinya dia tidak bisa keluar dari karakter Jack Sparrow-nya yang masih menancap kuat saat dia membawakan peran di film-film lain.

Depp mampu menampilkan sosok Grindelwald yang dingin, sadis dan misterius dengan sangat baik. Dari penampilan fisiknya saja kita sudah merasakan kesan angker yang dalam, terutama dengan bola mata berbeda dan intonasi suara yang bisa mencerminkan betapa jahatnya intimidasi karakter ini, sehingga penyihir yang berpendirian lemah, seperti Credence dan Queenie, menjadi pengikutnya.

Hanya sangat disayangkan, karena terkendala kasus kekerasan dalam rumah tangga bersama Amber Heard, membuat kehadirannya di film ini menuai kritikan yang tajam, sehingga dirinya mengundurkan diri dan tidak akan memerankan Grindelwald di kelanjutan serial ini yang akan diganti oleh aktor watak asal Denmark, Mads Mikkelsen.

Memang performa Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald tidak sebaik film pertamanya dan terutama jika dibandingkan dengan film-film dalam serial Harry Potter lainnya, tapi setidaknya kita masih bisa dibuat terpana dengan berbagai sihir baru yang ditampilkan. Sayangnya, kekaguman kita dengan adegan pembukanya, tidak bisa diimbangi dengan keseluruhan film.

Meski begitu, bagi para fans setia Harry Potter, tentunya film yang masuk nominasi di dua kategori BAFTA ini tidak akan dilewatkan. IMDb memberikan rating 6,6 dengan Metascore sebesar 52 yang menandakan film ini masih layak untuk ditonton meski tidak sesuai dengan ekspektasi. Persiapkan tongkat sihir dan mantra berbahasa latin kalian, lalu bergabung dengan Newt dalam petualangan barunya ini!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *