Saham Jerman kembali merosot, indeks DAX 30 terpuruk 1,10 persen

Perusahaan perawatan pribadi Jerman Beiersdorf mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, …

Frankfurt (ANTARA) – Saham-saham Jerman kembali merosot pada penutupan perdagangan Rabu (17/2/2021), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt terpuruk 1,10 persen atau 155,33 poin, menjadi menetap di 13.909,27 poin.

Indeks DAX 30 tergerus 0,32 persen atau 44,88 poin menjadi 14.064,60 poin pada Selasa (16/2/2021), setelah bertambah 0,42 persen atau 59,59 poin menjadi 14.109,48 poin pada Senin (15/2/2021), dan menguat tipis 0,06 persen atau 8,98 poin menjadi 14.049,89 poin pada Jumat (11/2/2021).

Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks DAX 30, hanya empat saham yang berhasil mencetak keuntungan, sementara 26 saham lainnya mengalami kerugian.

Baca juga: Saham Jerman dilanda ambil untung, indeks DAX 30 tergerus 0,32 persen

Perusahaan perawatan pribadi Jerman Beiersdorf mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 5,89 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan jasa pemesanan dan pengiriman makanan daring multinasional Eropa Delivery Hero yang kehilangan 4,02 persen, serta perusahaan perangkat lunak multinasional SAP jatuh 3,62 persen.

Sementara itu, kelompok perusahaan utilitas listrik Eropa berbasis di Jerman E.ON berhasil mencetak keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terangkat 1,17 persen.

Baca juga: Saham Singapura berakhir turun 0,51 persen pada Rabu

Disusul oleh saham perusahaan produsen otomotif Jerman Daimler yang menguat 0,66 persen, serta perusahaan manufaktur dan elektronik Siemens bertambah 0,32 persen.

SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 392,15 juta euro (472,93 juta dolar AS).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *