Pemerintah Turki Tolak Permintaan Terakhir Anak Penderita Kanker

Istanbul: Seorang anak usia lima tahun asal Turki, Kübra Kuzan, meninggal karena kanker pada Minggu, 14 Februari 2021. Dikutip dari Turkishminute, Rabu, 17 Februari 2021, Kübra meninggal tanpa dapat melihat ayahnya untuk terakhir kalinya.
 
Kübra telah meminta pada pemerintah Turki untuk melihat sang ayah, seorang birokrat yang dipenjara karena diduga terkait dengan gerakan Gulen. Namun, permintaan itu ditolak orotitas Turki. 
 
Ayah Kübra, Ertu?rul Kuzan, diberhentikan dari Council of Forensic Medicine. Dia diberhentikan usai upaya kudeta pada 15 Juli 2016 di Turki. Ertu?rul ditangkap karena dinilai terlibat dan dihukum delapan tahun penjara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Keluarga Kübra meminta penangguhan hukuman. Hal tersebut diperbolehkan sesuai Undang-Undang tentang Hukum Eksekusi Turki. Hukuman bagi narapidana dapat ditunda satu tahun jika ada keluarganya yang sakit parah.
 
Ertu?rul pernah diizinkan menemui Kübra pada 6 Januari 2021, namun Kübra dalam perawatan intensif karena kehilangan kesadaran. Ertu?rul merupakan korban kebijakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an yang menarget pengikut gerakan Gulen, sebuah kelompok berbasis agama yang diilhami oleh ulama Muslim Fethullah Gülen.
 
Aktivis hak asasi manusia dan wakil Partai Rakyat Demokratik (HDP) Ömer Faruk Gergerlio?lu membagikan berita kematian Kübra di Twitter. Tak hanya Kübra, pembersihan di Turki memakan banyak korban jiwa.
 
Beberapa anak seperti Ahmet Burhan Ataç, Mehmet Fatih Dedeo?lu, Selman Çal??kan, Eymen Küçükaydo?an, Ali Ihsan Ba?er dan Furkan Dizdar didiagnosis menderita kanker setelah ayah mereka ditangkap. 
 
Pembersihan besar-besaran terhadap lembaga negara dengan dalih perang anti-kudeta. Lebih dari 130.000 pegawai negeri, termasuk 4.156 hakim dan jaksa serta 20.610 anggota angkatan bersenjata dicopot dari pekerjaan.
 
Menurut pernyataan dari Menteri Dalam Negeri Süleyman Soylu pada 26 November lalu, total 292.000 orang telah ditahan sementara 96.000 lainnya telah dipenjara karena diduga terkait dengan gerakan Gulen sejak kudeta yang gagal. Menteri juga mengatakan saat ini ada 25.655 orang di penjara Turki atas tuduhan afiliasi dengan gerakan tersebut.
 
(ADN) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *