Trauma Pemecatan Mourinho, Chelsea Terapkan Sebuah Kebijakan Unik, Lampard Korban Terbaru

TRIBUNNEWS.COM – Pemecatan Frank Lampard dari kursi kepelatihan Chelsea ternyata menyeret nama seorang Jose Mourinho.

Tim yang dimiliki oleh Roman Abramovich itu menerapkan satu kebijakan yang cukup unik yang terkait dengan Jose Mourinho pada 2015 lalu.

Chelsea rupanya belajar dari saga pemecatan Mourinho enam tahun silam yang berimbas kepada Frank Lampard.

Baca juga: Performa Jack Grealish Banjir Pujian, Kiper Aston Villa Ungkap Kesamaannya dengan Lionel Messi

Baca juga: Ledakan Pemain Buangan AC Milan Bersama Frankfurt, Andre Silva Tunjukkan Keganasan di Bundesliga

Mengutip dari laman The Sun, rupanya Lampard tak menerima skema pesangon pasca-didepak mantan klubnya itu.

Tim berjuluk The Blues itu lebih memilih tetap menggaji Lampard hingga alih-alih memberikan pesangon penuh.

Super Lamp, julukan Lampard, dikabarkan masih menerima gaji bulanan senilai 75.000 Poundsterling atau Rp 1,4 miliar per pekan.

Mantan pilar Timnas Inggris itu bakal menikmati haknya itu selama dia dalam keadaan menganggur.

Dengan kata lain, Lampard masih dalam tanggungan pihak The Blues sebelum dirinya melatih klub lain.

Baca juga: Belum Berhenti, Satu Lagi Pemain Timnas Indonesia Bakal Merumput di Liga Malaysia

Namun, keadaan itu tak akan berlangsung selamanya.

Klausul tersebut diperkirakan bakal berakhir pada Juli 2021 atau bertepatan dengan berakhirnya musim 2020/2021.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *