KPK Selisik Kucuran Uang Acara Kampanye Pilkada di Banjar ke Anak Rhoma Irama

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan pemeriksaan anak pedangdut Rhoma Irama, Romy Syahrial. Dia dikonfirmasi terkait pembayaran pengisi acara dalam kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) di Banjar.
 
“Didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya pembayaran sejumlah uang kepada beberapa pengisi acara pada saat dilaksanakannya kampanye pilkada oleh pihak yang terkait dengan perkara ini,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 15 Februari 2021.
 
Ali enggan membeberkan lebih rinci terkait pemeriksaan Romy. Alasannya untuk menjaga kerahasian proses penyidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Sementara itu, Romy menyebut Ridho Rhoma mengisi acara saat pilkada di Banjar. Ridho saat itu diminta untuk mengisi kampanye pilkada mantan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno dan Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih.
 
“Mantan wali kota kan Pak Herman Sutrisno, nah istrinya mencalonkan Wali Kota Banjar namanya Ade Uu. Kampanyenya memanggil Ridho (Rhoma), tapi ngontaknya ke saya,” ujar Romy di Gedung Merah Putih KPK.
 
Romy membantah terlibat dalam dugaan rasuah tersebut. Romy hanya menjembatani Herman dan Ade untuk menghubungi Ridho.
 
“Nominalnya (bayaran Ridho) saya kurang tahu, tapi saya hanya menghubungi supaya Ridho bisa tampil di Banjar,” kata dia.
 
Baca: Anak Rhoma Irama Kembali Dipanggil KPK
 
Wali Kota Banjar periode 2008 sampai 2013, Herman Sutrisno, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pada Dinas PUPRPKP Banjar. Dia diduga menerima suap dari pihak swasta, Rahmat Wardi.
 
Herman disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 
(JMS) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *