KPK Minta Polisi Bijak Tanggapi Laporan Cuitan Novel

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasang badan membela penyidik Novel Baswedan terkait laporan tentang Ustaz Maaher At-Thuwailibi yang meninggal di dalam rumah tanahan Mabes Polri. Polisi diminta bijak menanggapi laporan itu.
 
“Saya selaku atasan di sini mengharapkan Polri betul-betul bijak memaknai pelaporan itu, dan kalau mungkin bisa dicarikan jalan keluar terbaik saya akan support,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 15 Januari 2021.
 
Karyoto akan membatu Novel dalam kasus ini. Hal itu perlu dilakukan karena Novel merupakan anak buahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Sementara itu, Karyoto menilai cuitan Novel tidak akan memecah belah hubungan Polri dengan KPK. Pasalnya, cuitan Novel hanya sekadar kritik.
 
“Hubungan kami (KPK dengan Polri) sangat bagus harmonis sinergis dan kami saling mendukung. karena apa pun yang ada di depan kita, tugas pemberantasan korupsi itu diemban oleh KPK, kepolisian, kejaksaan sehingga kita harus bersinergi,” ucap Karyoto.
 
Sebelumnya, Novel berkomentar soal meninggalnya Maaher At-Thuwailibi di Rutan Mabes Polri pada Senin, 8 Februari 2021. Pihak kepolisian membeberkan fakta kalau Maaher wafat akibat penyakit yang dideritanya.
 
Baca: Novel Baswedan Dilaporkan ke Dewas KPK
 
Novel menyoroti penahanan Maaher yang disebabkan kasus penghinaan ataupun ujaran kebencian. Dia juga mempermasalahkan alasan Maaher yang sudah didiagnosa sakit, namun masih ditahan.
 
“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Ustaz Maaher meninggal di rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluanlah,” tulis Novel Baswedan.
 
Selain menyebut polisi keterlaluan, Novel mengingatkan kalau kejadian ini bukan hal sepele. “Apalagi dengan Ustaz, ini bukan sepele loh,” ujarnya.
 
(JMS) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *