Ditjen PAS: Persoalan di Lapas Terjadi karena Kelebihan Kapasitas

Jakarta: Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Dodot Adikoeswanto mengakui banyak terjadi persoalan di lembaga pemasyarakat (lapas). Permasalahan itu seperti keributan hingga tahanan kabur.
 
“Sejatinya, bahwa persoalan yang mengemuka saat ini jajaran pemasyarakatan itu adalah over crowded (sangat ramai) atau kondisi di mana jumlah penghuni lebih besar dari kapasitas yang ada di lapas dan rumah tahanan (rutan),” kata Dodot dalam diskusi daring, Senin, 15 Februari 2021.
 
Dodot menyebut data per Minggu, 14 Februari 2021, terdapat 252.384 warga binaan yang terdiri dari napi dan tahanan. Sedangkan, kapasitas lapas dan rutan negara hanya 135.704 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Dengan jumlah sangat besar isi dalam lapas dan rutan kita, kompleksitas  tantangan dalam melayani warga binaan ini juga semakin besar. Karena potensi-potensi terjadi keributan, kerusuhan pelarian dengan kondisi yang sangat over crowded menjadi lebih besar,” kata Dodot.
 
Ditjen PAS bekerja sama dengan lima lembaga yang tergabung dalam Koalisi untuk Pencegahan Penyiksaan (KUPP). Yakni Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta Ombudsman RI.
 
Baca: 32 Narapidana Mendapatkan Remisi Imlek
 
Dodot mengatakan tujuan kerja sama itu untuk memperbaiki kondisi di lapas dan rutan, khususnya terkait memperlakukan warga binaan. Khususnya, dapat memperlakukan secara manusiawi dan memenuhi hak-hak warga binaan.
 
“Kerja sama dengan koalisi lima lembaga ini berupaya untuk mencegah (kekerasan). Kita semua bergerak bersama, perlakuan kejam, dan lainnya yang tergambar dalam bayangan publik di rutan itu adalah semena-mena, tentunya tidak demikian,” ujar Dodot.
 
Dodot mengaku selalu terbuka menerima masukan dari segala pihak. Terbukti, kata dia, saat KUPP mengunjungi beberapa pelaksana teknis kemasyarakatan dapat menyepakati beberapa rencana aksi untuk mencapai tujuan kerja sama itu.
 
“Terima kasih kepada lima lembaga yang telah melakukan kerja sama dengan Ditjen PAS. Kami mengharapkan kita tetap terus bersinergi dengan baik semata-mata untuk peningkatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan,” kata Dodot.
 
(JMS) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *