Arab Saudi Tutup Pintu Masuk, Menag Evaluasi Penyelenggaraan Umrah

Jakarta: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas segera mengevaluasi kembali penyelenggaraan umrah di masa pandemi covid-19. Pembahasan kebijakan ini diperlukan menyusul penutupan pintu masuk Arab Saudi. 
 
“Tentunya (evaluasi) berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 agar penyelenggaraan umrah tetap aman bagi jemaah,” kata Yaqut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.
 
Menag mengajak seluruh pihak memanfaatkan momen ini untuk membuat evaluasi besar-besaran. Dengan begitu, Indonesia bisa lebih siap bila Arab Saudi kembali membuka akses masuk untuk jemaah umrah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Selain itu, Yaqut meminta penyelanggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) membantu pemerintah menyukseskan kegiatannya di masa pandemi. Salah satunya dengan mengedukasi jemaah soal pencegahan virus korona. 
 
“Jangan sampai saat di Tanah Suci, jemaah masih ada yang kedapatan coba-coba tidak menaati protokol kesehatan. Menurut laporan, masih banyak yang melanggar. Saya berharap jemaah umrah kita dapat menjadi contoh bagi dunia,” imbuh dia. 
 
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI)  Firman M Nur mengeluhkan kebijakan karantina setelah ibadah umrah. Setiap peserta umrah wajib karantina selama lima hari. 
 
Baca: Arab Saudi Tutup Pintu, Jemaah Umrah Kembali ke Tanah Air Sesuai Jadwal
 
“Mereka harus menanggung biaya karantina sendiri dan itu cukup besar, sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per orang,” ungkap Firman. 
 
Ia mengatakan kebijakan itu memberatkan jemaah lantaran mereka juga harus menambah biaya ibadah umrah. Mayoritas jemaah yang diberangkatkan ialah warga yang tertunda penerbangannya pada awal pandemi, Maret 2020.
 
“Mereka juga sebelumnya sudah diminta menambah biaya umrah karena berubahnya harga referensi. Yang semula minimal Rp20 juta berubah menjadi Rp26 juta,” ungkap Firman. 
 
Pemerintah Arab Saudi menutup akses untuk jemaah ibadah umrah asal Indonesia pada 27 Februari 2020. Kebijakan ini untuk mencegah penyebaran covid-19 yang saat itu baru mewabah di dunia. 
 
Akses dibuka pada November 2020. Baru tiga bulan dibuka, Saudi kembali menutup akses umrah bagi jemaah Indonesia pada 4 Februari 2021. 
 
(OGI) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *