Ketika KPI Disentil Deddy Corbuzier dan Pasukan Fans K-Pop, Damage-nya Nggak Main-main

MOJOK.CORilisan daftar acara yang dianggap berpotensi melanggar protokol kesehatan oleh KPI diperdebatkan oleh banyak pihak, termasuk oleh Deddy Corbuzier dan para fans K-Pop.

Kalau cuma disentil sama netizen biasa sih, lembaga sekelas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mungkin masih bisa tenang dan stay cool saja, kayak nggak pernah ada apa-apa. Maklum, paling mentok sentilannya kayak sentilan anak TK. Nggak berasa atau minimal cuma bikin geli. Namun kalau yang nyentil Deddy Corbuzier ditambah dengan pasukan fans K-Pop, maka sudah barang tentu KPI harus siapa satu. Soalnya kalau yang nyentil Oom Deddy ditambah pasukan K-Pop, sudah pasti sentilannya bukan lagi terasa seperti sentilan, tapi sudah kayak tabokan. Dan nyatanya, inilah yang sekarang sedang terjadi.

Beberapa waktu yang lewat, KPI merilis daftar acara televisi yang berpotensi melanggar ptotokol kesehatan. Rilisan tersebut memancing banyak polemik. Bagi para fans K-Pop, hadirnya acara ‘Waktu Indonesia Belanja Tokopedia’ dalam rilisan KPI menjadi perhatian tersendiri. Maklum saja, acara tersebut memang menghadirkan bintang-bintang K-Pop, dan karena itu pula, proses syuting acara tersebut juga dilakukan langsung di Korea.

Sontak, para fans K-Pop alias K-Popers pun langsung membanjiri kolom komentar akun KPI. Menurut mereka, tidak sepantasnya acara ‘Waktu Indonesia Belanja Tokopedia’ masuk dalam daftar rilisan tersebut, sebab selain proses syutingnya yang berada di Korea, para K-Popers juga sangat meyakini acara tersebut sudah melalui mekanisme protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat pengisi acara yang hadir di acara tersebut adalah bintang-bintang internasional sekelas Blankpink sampai BTS.

Baca juga:  KPU dan Bawaslu Sepakat Gerakan #2019GantiPresiden Tidak Melanggar Aturan

Lain K-Popers, lain pula Deddy Corbuzier. Jika bagi para K-Popers yang menjadi masalah dalam rilisan KPI adalah munculnya acara ‘Waktu Indonesia Belanja Tokopedia’, maka bagi Deddy Corbuzier, yang menjadi masalah dalam rilisan tersebut adalah tidak ada satu pun sinetron dalam daftar rilis tersebut. Justru banyak acara bergenre talkshow yang masuk.

Bagi seorang Deddy Corbuzier, yang memang merupakan salah satu praktisi acara talkshow, tentu saja hal tersebut sangat menyebalkan.

Ia pun kemudian mengungkapkan kekesalannya melalui video sentilan yang ia unggah di akun media sosial miliknya.

“Gua ini lagi bingung sama aturan KPI, Komisi Penyiaran Indonesia. Kan gua punya talkshow, talkshow gua duduknya jauh-jauh, tidak berdiri, tidak salam-salam, sudah mengikuti protokol kesehatan, PCR, semuanya, terus harus pakai masker. Nah Anda mungkin belum pernah ngebawain talkshow satu jam pakai masker. Teman-teman mungkin nggak berani ngomong juga, tapi ya sudahlah, anggap aja memang itu ngebantu. Tapi sinetron boleh nggak pakai masker. Mantap,” kata Deddy Corbuzier.

“Apakah mungkin kalian berpikir protokol kesehatan mereka lebih baik dibandingkan kita, saya nggak tahu. Atau protokolnya lebih mahal, saya juga nggak tahu.”

Sentilan Deddy Corbuzier tersebut mendapat dukungan dari banyak pihak, tak terkecuali dari para anggota DPR.

“Harus ada asas keadilannya baik untuk talkshow maupun untuk sinetron. Harus ada perlakuan yang sama, apalagi ini berkaitan dengan protokol kesehatan,” ujar Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno kepada Detik.

Baca juga:  Deddy Corbuzier Resmi Jadi Anggota NU

Senada dengan Dave, sesama anggota Komisi I DPR RI Tb Hasanuddin juga memberikan komentar serupa.

“Kepada siapa pun harus tegas, bukan hanya kepada sinetron saja,” ujarnya, “Di talkshow setahu saya lebih aman dari pada sinetron, talkshow orangnya relatif lebih sedikit.”

Nah, lho. Lawan K-Popers dan Deddy Corbuzier saja pasti kewalahan, apalagi sekarang ditambah beberapa anggota DPR. Damage-nya triple.

Entah karena disentil oleh tiga kekuatan tersebut atau tidak, yang jelas, tak berselang lama, KPI langsung menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi.

“Insyaallah kami nanti Selasa akan ketemu dengan Satgas dan kelompok lembaga penyiaran untuk mengevaluasi kebijakan yang kemarin sudah diterapkan itu. Prinsipnya ada masukan penting yang kami bisa dengar bersama,” terang Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo seperti dikutip dari Detik.

BACA JUGA Suka atau Tidak, Deddy Corbuzier adalah Pewawancara yang Handal dan artikel KILAS lainnya. 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *