Sinopsis & Review Social Distance, Realita Saat Pandemi

Pandemi virus SARS CoV-2 yang lebih dikenal dengan sebutan virus Corona, telah membuat hampir seluruh penghuni dunia harus tetap tinggal di rumah selama berbulan-bulan.

Segala jenis aktivitas yang biasanya dilakukan di luar rumah, terpaksa harus dihentikan. Ada pun aktivitas perkuliahan atau bekerja, tetap dilaksanakan dari dalam rumah.

Beberapa negara yang terdampak memberlakukan lockdown dan menerapkan social distancing atau menjaga jarak, demi menekan penyebaran virus yang pertama kali tersebar di Tiongkok ini.

Beragam fenomena yang sedang terjadi di masa pandemi inilah yang bisa dibilang menginspirasi Hilary Weisman Graham dan Jenji Kohan yang sebelumnya bekerjasama di serial  Orange Is The New Black, untuk menyajikan kisah seputar kehidupan sosial di Amerika Serikat selama masa pandemi, dalam serial drama berjudul Social Distance yang tayang di Netflix.

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Comedy, Drama
  • Produksi: Tilted Productions
  • Sutradara: Anya Adams, Phil Abraham, Nick Sandow, Claire Scanlon
  • Pemeran: Mike Colter, Oscar Nunez, Becky Ann Baker, Danielle Brooks

Social Distance mengangkat kisah yang berbeda-beda dari beberapa tokoh yang terpaksa tinggal di dalam rumah masing-masing selama pandemi virus Corona berlangsung.

Episode pertamanya dibuka dengan kisah seorang pria bernama Ike (Mike Colter) yang harus kehilangan bisnis barbershop yang ia miliki akibat pandemi virus Corona. Tak hanya kehilangan sumber penghasilan, Ike juga harus kehilangan kekasihnya yang cantik. Tak pelak, Ike merasa sedih dan putus asa. Ia juga merindukan kekasihnya yang telah mengencani pria lain.

Rasa sedih dan rindu yang dialami Ike juga menimpa pasangan perawat dan pensiunan, Carolyn (Becky Ann Baker) dan Neil Currier (Dylan Baker) yang masih romantis meski keduanya sudah tidak muda lagi.

Carolyn yang seorang perawat tentu harus bolak-balik bekerja di rumah sakit, sehingga ia bisa tertular kapan saja. Untuk itulah, Neil dan Carolyn tinggal terpisah. Neil tinggal di dalam rumah, sementara Carolyn tidur di dalam mobil mereka.

Walau masih bisa dibilang tinggal di dalam lingkungan rumah, keduanya tetap tak bisa sering-sering bertemu. Neil dan Carolyn saling berkomunikasi lewat video call.

Neil yang khawatir pada sang istri memintanya untuk segera pensiun dari pekerjaannya dan menikmati masa tua bersamanya. Namun, Carolyn menolak. Ia tetap ingin bekerja dan merasa senang dengan pekerjaannya. Carolyn merasa hidupnya lebih bermakna ketika ia bisa menolong orang lain. Tak ayal, konflik pun timbul di antara keduanya.

Selain kisah Ike dan pasangan Carolyn-Neil, ada pula kisah keluarga Villareal yang terdiri dari tiga kakak beradik, yakni Miguel (Oscar Nunez), Reina (Daphne Rubin-Vega) dan Santiago atau Santi (Guillermo Diaz) yang terpaksa menyelenggarakan prosesi pemakaman sang ayah lewat video conference.

Bukannya khusyuk mendoakan sang ayah, ketiga bersaudara yang sama-sama sudah dewasa dan juga berkeluarga ini malah meributkan hal-hal yang tidak penting. Dalam video conference itu, hadir pula Tony ( Miguel Sandoval) yang merupakan pasangan gay dari sang ayah. Tony berusaha menenangkan dan melerai mereka bertiga dengan kisah-kisah yang mengharukan.

Selain kisah-kisah tadi, masih ada banyak kisah lainnya dari para tokohnya yang bisa kamu saksikan dalam total delapan episode yang disuguhkan Social Distance. Penasaran? Langsung tonton saja serialnya, ya.

Menggambarkan Realita di Masa Pandemi

review social distance 2

* sumber: www.nydailynews.com

Dari masing-masing episodenya kita bisa melihat bagaimana setiap tokohnya dipaksa beradaptasi dengan keadaan yang jauh berbeda dari sebelum pandemi.

Ada yang stres karena kehilangan pekerjaan, ada yang saling menahan rindu karena tak bisa bertemu selama masa karantina, ada pula yang harus rela meninggalkan orang tercinta demi merawat orang lain yang terjangkit virus.

Hampir setiap episodenya menggambarkan realita yang ada. Dan selama nonton, kamu mungkin bakalan sering bilang, “Duh relate banget, ya!” Saking miripnya situasi yang digambarkan di dalam film ini dengan fenomena yang terjadi di kehidupan nyata.

Tiada Hari Tanpa Ponsel, Kamera dan Internet

review social distance 3

* sumber: www.wired.com

Dari setiap episodenya juga kita bisa menyaksikan betapa teknologi menjadi penyelamat bagi hampir semua orang yang harus tinggal di rumah selama pandemi. Yap, ini sesuai banget dengan keadaan di kehidupan nyata, bukan? Tiada hari tanpa ponsel, kamera dan internet!

Tokoh-tokoh di serial ini memanfaatkan teknologi kamera pengawas yang dapat diakses dari ponsel untuk keamanan rumah, menggunakan internet serta aplikasi video conference untuk berkomunikasi satu sama lain. Saat menonton, terkadang kita akan disuguhkan dengan beberapa scene yang diambil dari kamera pengawas, hasil screen recording dari ponsel, aplikasi Zoom hingga FaceTime.

Sarat Pesan Moral

review social distance 5

* sumber: www.imdb.com

Meski durasi dari setiap episodenya tak sampai setengah jam, yakni berkisar antara 19-23 menit per episode, masing-masing kisahnya dapat tersampaikan dengan baik. Dan tentu saja, setiap kisah yang disuguhkan dari seluruh episode di season pertamanya ini sarat akan pesan moral.

Beberapa tokoh dalam serial ini dikisahkan menghadapi beragam konflik dan berada dalam situasi yang sangat sulit, tapi mau tidak mau semuanya harus mencari cara untuk bertahan agar bisa melanjutkan hidup masing-masing.

Dari serial ini kita bisa menyaksikan bahwa efek dari pandemi ini bisa dirasakan siapa saja, walau dengan cara yang berbeda. Bahkan, warga-warga di negara adidaya seperti Amerika Serikat pun terancam kehilangan pekerjaan dan harus rela kehilangan sumber penghasilan.

Mengangkat Isu Sosial Lainnya

review social distance 4

* sumber: www.imdb.com

Yap, nggak cuma mengisahkan tentang keseharian setiap tokohnya di masa pandemi virus Corona, Social Distance juga mengangkat isu sosial lain yang terjadi di Amerika Serikat.

Di episode terakhir season pertama serial ini, kita dapat menyaksikan tokoh-tokoh sentralnya membahas tentang isu kematian dari seorang warga negara Amerika Serikat bernama George Floyd.

Seperti yang kita tahu, kematian George Floyd membuat warga Amerika Serikat dan bahkan dunia geram. Kematian George dinilai sebagai pembunuhan menjadi bentuk rasisme dan ketidakadilan yang diterima warga kulit hitam di Amerika Serikat.

Banyak orang yang rela turun ke jalanan dan memperjuangkan keadilan untuk George Floyd. Dan dua tokoh yang hadir di episode terakhir Social Distance season pertama ini, yakni Corey (Asante Blackk) dan Ayana (Lovie Simone) pun melakukan hal yang sama.

Keduanya ingin turun ke jalanan untuk menyuarakan keadilan bagi George Floyd. Namun niat mereka terhalang karena Corey harus bekerja. Atasannya, John (Ayize Ma’at) yang juga seorang warga kulit hitam, tak mengizinkan Corey untuk pulang lebih awal guna berdemo di jalanan bersama kekasihnya, Ayana.

Menurut John, hal yang mereka lakukan tak ada gunanya. Namun bagi Corey dan Ayana, apa yang mereka lakukan akan menimbulkan manfaat untuk warga kulit hitam lainnya yang hidup di masa mendatang.

Meski begitu, Corey terancam kehilangan pekerjaannya jika ia tetap bersikeras turun ke jalanan bersama Ayana. Sementara ibu Corey sudah dirumahkan akibat pandemi virus Corona yang melanda. Corey takut dirinya akan sulit mendapatkan pekerjaan jika ia dipecat. Namun, ia juga tak mau mengecewakan kekasihnya.

Ketakutan Corey juga dirasakan oleh banyak orang saat ini. Mungkin diluar sana, ada banyak sekali orang yang ingin keluar dari pekerjaannya karena berbagai alasan. Namun, di masa pandemi banyak orang yang justru kehilangan pekerjaan dan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan baru lagi.

Di akhir episode sebelumnya, isu rasial juga disuguhkan. Sang tokoh utama yang merupakan warga Amerika Serikat yang berdarah Tionghoa, harus menelan pil pahit akibat mengetahui kenyataan bahwa pria yang disukainya ikut mem-posting meme bermuatan rasisme terhadap etnisnya di akun Instagram.

Dan hal semacam ini juga banyak terjadi di dunia nyata. Selama pandemi, banyak meme tentang virus Corona yang bernada rasis beredar di internet, khususnya di platform media sosial seperti Instagram.

Proses Shooting yang Tidak Biasa

review social distance 6

* sumber: www.imdb.com

Seperti yang kita tahu, proses shooting sebuah film atau serial TV melibatkan banyak orang dalam penyelenggaraannya. Dan biasanya proses shooting-nya memakan waktu yang sangat lama. Tapi tidak bagi serial Social Distance.

Nah, karena shooting-nya dilakukan selama pandemi, para aktor dan aktrisnya harus mengambil gambar secara mandiri di tempat tinggal masing-masing. Pengambilan gambar tak hanya dilakukan dengan kamera, namun juga menggunakan aplikasi FaceTime, Zoom dan lainnya.

Uniknya lagi, beberapa pemeran Social Distance adalah pasangan suami-istri bahkan orangtua dan anak. Salah satunya adalah Dylan dan Becky Ann Baker yang memerankan pasangan Neil-Carolyn.

Sampai di sini pembahasan kita tentang sinopsis dan review Social Distance. Film ini bukan hanya hiburan semata, di dalamnya sarat akan makna dan pesan moral yang terkandung. Gimana, kamu tertarik buat menyaksikan kisah-kisah unik dari para tokohnya?

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *