Iklan Aisha Wedding Dinilai Sebagai Bentuk Trafficking

Jakarta: Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil untuk Perempuan dan Politik (Ansipol) Yuda Irlang Kusumaningsih menilai iklan pernikahan anak dari Aisha Wedding sebagai bentuk trafficking atau perdagangan manusia. Masalah ini diharap ditangani dengan serius.
 
“Ada yang melihat peluang bahwa kita bisa memanfaatkan perkawinan anak, kawin siri, dan sebagainya, jadi sebagai peluang ekonomi dan jelas-jelas bahwa ini adalah trafficking dan dipaket sedemikian rupa,” kata Yuda Irlang dalam webinar, Sabtu, 13 Februari 2021.
 
Yuda mengakui masalah ekonomi akibat pandemi covid-19 sebagai salah satu pemicu kasus ini. Wedding organizer (WO) ini muncul pada akhir 2020 saat semua orang susah mencari uang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Perkawinan itu pestanya juga di-cancel dan sebagainya, jadi mungkin ada yang melihat peluang,” jelas dia.
 
Baca: Kementerian PPA: Aisha Wedding Muncul Akibat Rapuhnya Keluarga
 
Menurut dia, kemunculan WO yang mempromosikan perkawinan anak ini masih berhubungan dengan maraknya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Aisha Wedding dianggap memberikan peluang kepada orang yang mau menyalurkan hasrat kepada daun muda.
 
Dia berharap penegak hukum bisa menindak penyelenggara jasa pernikahan serupa. Dengan begitu, tidak ada kasus serupa terulang demi masa depan yang lebih baik bagi perempuan dan anak di Indonesia.
 
“Harus kita kikis betul jangan sampai ada WO lain yang menjual anak di bawah usia,” ungkap Yuda.
 
Penyelenggara jasa pernikahan Aisha Weddings dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Sahabat Milenial Indonesia (Samindo) Setara Institute lantaran mempromosikan pernikahan anak. Laporan itu diterima dengan nomor laporan TBL/800/II/Yan 2.5/2021/SPKT PMJ tertanggal 10 Februari 2021.
 
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut melaporkan penyelenggara pernikahan dengan situs aishaweddings.com itu ke Mabes Polri. Penyidik sedang menyelidiki pelanggaran hukum atas situs penyelenggara pernikahan itu.
 
(OGI) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *